KATASUMBAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menemukan sejumlah fakta baru terkait adanya dugaan pemukulan yang dilakukan Polisi terhadap remaja AM di Kuranji.
Fakta baru tersebut menguatkan indikasi adanya dugaan tindakan pemukulan yang dilakukan oleh petugas Polisi pada remaja AM, sebelum ditemukan tidak bernyawa.
Lewat sebuah keterangan resmi, Direktur LBH Padang, Indira Suryani mengatakan, pihaknya justru menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh remaja AM.
Bekas tanda dugaan pemukulan tersebut terlihat jelas di beberapa bagian tubuh remaja AM. Luka yang ditinggalkan tampak luka lebam, dan membiru.
Tidak hanya pada korban AM, luka serupa juga ditemukan LBH pada tubuh remaja lain yang berada di lokasi kejadian.
“Kami menolak tegas hal tersebut. Kami menemukan ada tanda-tanda kekerasan yang ada ditubuh korban AM.”
“Dan juga anak-anak lainnya melalui foto dan keterangan anak-anak yang dijumpai,” katanya dalam keterangan resmi tersebut.
LBH Padang, sebut Indira, memprotes tegas adanya dugaan tindakan pemukulan, sebab bertentangan dengan prosedur hukum.
“Bahkan hukum mengharamkan adanya tindakan penyiksaan dan kekerasan terhadap siapapun.”
“Kami meminta Kapolda Sumbar setia kepada fakta-fakta tersebut,” tegasnya.
Bantahan Polisi
Sebelumnya, Kapolda Sumbar Irjen Suharyono membantah adanya dugaan penyiksaan terhadap korban oleh anggotanya.
Menurut dia, tidak ada bukti dan saksi terkait dugaan penganiayaan berujung tewasnya siswa SMP tersebut.
“Kemudian perlu kami luruskan di sini, bahwa telah viral di media massa, justifikasi seolah-olah polisi bertindak salah.”
“Polisi telah menganiaya seseorang sehingga berakibat hilangnya nyawa orang lain. Namun, tidak ada bukti dan saksi sama sekali,” bebernya.
Suharyono berpegang pada kesaksian Adit yang merupakan teman AM. Adit mengatakan bahwa dirinya sempat diajak untuk melompat ke sungai agar lolos dari penangkapan polisi.
“Ini kesaksian yang kami ambil dari kawan-kawan yang ikut serta dalam tawuran itu.”
“AM tidak termasuk orang yang dibawa ke Polresta Padang ataupun Polda Sumbar,” sebut Suharyono.
Namun untuk memastikan hal itu, polisi sudah berkoordinasi dengan dokter forensik yang melakukan visum luar dan otopsi jenazah AM.
“Masih didalami apa yang menjadi penyebab kematian. Apakah dia terjadi sesuatu benturan atau apapun itu.”
“Nanti dokter forensik yang mengeluarkan hasil otopsi. Kami masih menunggu hasil resmi dokter yang melaksanakan otopsi,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


