KATASUMBAR — Antrian kendaraan di SPBU di sejumlah daerah di Sumatera Barat terlihat mengular. Salah satunya di SPBU Pertamina kawasan Bypass Kuranji, Lubuk Begalung.

Terlihat puluhan truk mengantri ingin mendapatkan bahan bakar jenis solar. Antrian itu bahkan sampai ke jalan raya dan menimbulkan kemacetan.

Ujang (52), sopir truk, mengatakan, kondisi antrian panjang karena sulitnya mendapat solar sudah berlangsung tiga bulan.

“Hampir 3 bulan kondisinya begini. Tidak banyak SPBU yang menjual solar,” ujarnya.

Untuk mendapatkan solar, ia terpaksa antri selama lebih kurang 14 jam.

Sopir lain, Ahmad (48), punya cerita berbeda. Sopir truk asal Padang Pariaman ini rela jauh-jauh ke Lubuk Buaya, Padang hanya untuk dapatkan Solar.

Pasalnya, sepanjang perjalanan Padang-Bukittinggi, ia melihat antrean truk sudah mengular panjang.

“Takutnya tidak kebagian, terpaksa saya ke Padang,” ucapnya saat ditemui di SPBU Lubuk Buaya.

Bahkan pernah, kata dia, sudah mengantre sekitar 8 jam, saat sampai digiliran dia mengisi bahan bakar, solarnya habis.

Penjelasan Pertamina

Section Head Communication And Relations PT Pertamina Patra Niaga, Regional Sumbagut Agustiawan mengatakan, secara stok dan distribusi Pertamina telah menjalankan sesuai dengan yang ditugaskan Pemerintah.

Ia menjelaskan, realisasi penyaluran harian biosolar di Sumbar sekitar 1.200 kiloliter perhari, dan sudah berlebih 7 persen dari kuota penyaluran harian yang ditetapkan.

“Artinya Pertamina menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat,” ujarnya.

Agustiawan menyebutkan, agar BBM bersubsidi ini bisa tepat sasaran, Pertamina mengharapkan kerjasama dari semua pemerintah daerah dan stakeholder.

“Untuk sama-sama mengawasi pendistribusiannya sehingga bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.