KATASUMBAR — Pernyataan Puan Maharani dan Megawati soal Sumbar terkait negara Pancasila saat pengumuman pasangan calon yang didukung PDIP pada Pilkada Sumbar 2020 dinilai terlalu berlebihan.

Hal itu diungkapkan oleh pakar dan peneliti politik, M. Siagian. Ia mengatakan, ungkapan dua orang petinggi PDIP tersebut adalah wujud dari kekecewaan mereka saat Pilpres 2019 lalu.

“Puan dan Megawati jangan baper, harusnya PDIP cari simpati masyarakat Sumbar, jangan membangun sentimen politik, begitu pula masyarakat Sumbar,” katanya pada KATASUMBAR, Rabu 2 September 2020.

Menurut dia, pernyataan Puan dan Megawati yang demikian hanya akan memunculkan kontroversi baru. Harusnya, kata dia, PDIP membangun politik simpati di Pilkada ini.

“Dengan pernyataan demikian akan kontra-produktif dengan strategi politik yang akan dibangun kawan-kawan PDIP di Sumbar. Sebab, sekarang eranya politik simpati,” ucap lulusan Master Politik Universitas Padjajaran itu.

Pasalnya kata Siagian, PDIP masih punya peluang untuk memenangkan hati masyarakat Sumateta Barat setelah kalah talak pada Pilpres 2014 dan 2019 lalu.

“PDIP masih punya peluang, kesimpulan paling penting, bagaimana PDIP bekerja dengan serius untuk menarik hati masyarakat bukan statement yang merugikan,” jelas dia.

Sebelumnya diketahui, Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kompak menyinggung ihwal Sumatera Barat dalam pengumuman calon kepala daerah-wakil kepala daerah dari PDIP hari ini.

Awalnya, Puan Maharani mengumumkan pasangan calon yang direkomendasikan maju di Pilkada Sumatera Barat 2020.

Pasangan calon itu adalah politikus Demokrat Mulyadi dan Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni. Namun dalam kesempatan itu Puan sempat menyampaikan harapannya.

“Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila,” kata Puan, Rabu, 2 September 2020 dilansir dari Tempo.co.

Puan pun menyampaikan harapan semoga pasangan calon yang diusung PDIP itu bisa memenangi Pilkada 2020.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertanya-tanya mengapa PDIP masih sulit memenangkan Pilkada di Sumbar.

Meskipun, kata dia, PDIP sudah mulai memiliki kantor DPC dan DPD di Bumi Minangkabau itu.

“Saya pikir kenapa ya, rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDI Perjuangan,” kata Megawati.

Megawati mengatakan, jika ditilik dari sejarah bangsa, banyak tokoh asal Sumatera Barat yang menjadi nasionalis.

Ia mencontohkan Bung Hatta, yang bersama ayahnya, Bung Karno, menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.