KATASUMBAR – Sampah di Kota Padang ternyata didominasi oleh sampah sisa makanan. Hal itu diungkapkan oleh Sekda, Andree Algamar.

Ia mengatakan, saat ini sampah di Kota Padang sendiri mencapai 500 hingga 600 ton setiap harinya.

“Dari jumlah itu, sebanyak 61,21 persen lebih merupakan sampah sisa makanan yang tidak habis dimakan,” katanya pada wartawan.

Dengan tingginya dominasi sampah sisa makanan ini, ia pun meminta agar warga untuk makan secukupnya, tidak berlebihan apalagi sampai dikendalikan nafsu.

“Jadi saat mengambil atau memesan makanan jangan menurutkan nafsu. Nanti makanan tersebut tidak habis dan bersisa sehingga mubazir.”

“Segala yang mubazir itu tidak baik,” bebernya.

Andree menjelaskan, adapun sisa makanan tersebut berasal dari kegiatan-kegiatan acara.

“Sisa makanan yang tidak habis di makan tersebut banyak berasal catering pesta perkawinan, acara kegiatan di hotel-hotel, serta kegiatan lainnya,” ungkap dia.

Lebih jauh Andree menyebut, sampah lainnya yaitu sampah daun dan kayu sebanyak 8,4 persen, dan sampah kertas 6,1 persen.

Kemudian untuk sampah plastik 12,4 persen, dan sampah logam 0,16 persen. Disusul ampah tekstil 2,9 persen, sampah karet 1,5 persen, sampah kaca 2,4 persen, dan sampah jenis lain 4,9 persen.

“Kami juga mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan tempat, apalagi ke drainase.”

“Jika hujan, maka akan terjadi penyumbatan di drainase, dan air tidak mengalir dengan lancar. Hal itu tentunya akan menyebabkan banjir,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.