KATASUMBAR – Postingan seorang guru pondok pesantren di media sosial membuat heboh terutama bagi warga Persyarikatan Muhammadiyah.
Pasalnya, postingan guru berinisial HEH tersebut menyamakan Muhammadiyah dengan Syiah.
HEH memposting di akun facebooknya yaitu “Yang masih menganut sekte Muhamm’diyyah biar melek…Ini sisi kesamaannya dengan syi’ah. Ber-islamlah tanpa ormas” tulis HEH beberapa hari lalu.
Hal tersebut mengundang reaksi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Payakumbuh, hingga berujung kepada laporan pengaduan polisi.
Ketua PDPM Kota Payakumbuh Ali Anhar mengatakan, postingan yang diduga berisi ujaran kebencian terhadap Muhammadiyah diketahui dibuat pada Jumat (21/4/2023) sekitar pukul 20 00 WIB.
Sementara, lokasinya di SD Muhammadiyah Kota Payakumbuh, Kelurahan Kapalo Koto Dibalai Bunian, Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.
“Kejadian berawal sewaktu saya mendapat pemberitahuan dari teman-teman di dalam group whatsapp Muhammadiyah yang memberitahukan bahwa akun facebook HEH membuat status tersebut,” katanya, Rabu (26/4/2023).
Selain itu, status tersebut memuat video ceramah salah seorang ustadz Farhan Abu Furahan Hafizhahullah yang sudah diklarifikasi sekira 2 tahun yang lalu.
“Kemudian saya mendiskusikannya dengan beberapa anggota Muhammadiyah dan anggota Muhammadiyah merasa dirugikan dengan status tersebut,” kata dia.
Ia menyebutkan, pihaknya telah membuat laporan pengaduan ke Polres Payakumbuh pada Senin (24/4/2023) lalu.
HEH Sampaikan Permohonan Minta Maaf
Terkait postingannya tersebut, HEH telah menyampaikan permohonan maaf yang diunggah akun YouTube Aya Miya pada Selasa (25/4/2023).
“Saya atas nama pribadi dalam kesempatan kali ini ingin menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf yang muncul dari diri saya pribadi tanpa ada tekanan dari pihak manapun terkait dengan tulisan yang tersebar di media sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan latar belakang membuat postingan tersebut, pertama adanya kekecewaan dari pribadi, kesedihan tidak serentaknya perayaan Idul Fitri di negeri ini.
“Begitu pula bagaimana kaum muslimin di negeri tercinta ini menyelenggarakan Idul Fitri bersama Ulil Amri. Inilah yang kemudian membuat diri saya pribadi geram dan akhirnya mengeluarkan statemen. Itu berawal dari sebuah video yang saya dapatkan dari grup WhatsApp,” lanjutnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


