KATASUMBAR – Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, pihaknya masih menunggu penyelidikan polisi terkait penyebab kebakaran pada cagar budaya Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto.
Ia menyebutkan, saat kebakaran GPK sedang dipakai oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyelenggarakan Festival Durian.
“Namun dengan kebakaran ini maka kegiatan Festival Durian tersebut untuk sementara dibatalkan pelaksanaannya,” katanya melalui keterangan tertulis.
Dijelaskan Wali Kota Deri Asta, bangunan GPK merupakan aset milik PT. Bukit Asam yang sekarang untuk pengelolaannya dilakukan oleh Hotel Khas Ombilin.
Berkaitan dengan dugaan sementara bahwa penyebab kebakaran dari jaringan listrik, ia menyebutkan pihaknya akan melaksanakan evaluasi pada jaringan listrik di gedung-gedung tua warisan budaya yang dibangun pada zaman Kolonial Belanda itu.
“Sawahlunto memiliki cukup banyak gedung tua warisan zaman Belanda. Kita akan periksa keamanan dan kelayakan dari jaringan listrik di bangunan-bangunan tersebut,” kata dia.
Sementara untuk, tindakan dari Pemko Sawahlunto telah langsung terjun personel Satpol PP dan Damkar bahu membahu turut dibantu masyarakat memadamkan api,” katanya melalui keterangan tertulis.
Ia menyebutkan, api telah berhasil dipadamkan dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas dan semua pihak yang telah terlibat dan mendukung proses pemadaman kebakaran di GPK tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto dilaporkan terbakar. Menurut saksi mata Nova Hendra, kebakaran terjadi pada Kamis (3/11/2022).
“Terjadi sekitar pukul 10.25 WIB tadi. Sekarang sedang dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran,” katanya saat dihubungi katasumbar.com.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


