KATASUMBAR – Pemerhati Pendidikan Bukittinggi Dr (H.C) Drs Gusrizal Dt Salubuak Basa merasa risau dengan dunia pendidikan di Kota Bukittinggi, Sumbar.
Ia menyebut baru pulang lawatan dari beberapa negara ASEAN sebagai pembicara dalam sebuah Konferensi lnternasional di Bangkok, dan ketika pulang ke Bukittinggi mendapat berita tak sedap.
“Baru sehari tiba di tanah air, saya membaca headline berita di salah satu media online yang terbit di Sumbar yang menulis KPK sambangi universitas Fort de Kock diduga buntut konflik dengan Pemko Bukittinggi. Ini tentu saja bukan berita yang sehat bagi dunia pendidikan,” ujar Gusrizal.
Gusrizal mengaku, sebagai pemerhati pendidikan, ia ikut mengamati perkembangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ini.
Menurutnya, PTS ini sangat berkembang dan dunia pendidikan menurutnya harus diselamatkan agar tidak memberikan presedent buruk terhadap dunia pendidikan.
“Rasanya akan sulit bagi PemKo untuk mencari ruang pembenaran dalam persoalan ini. Yang dapat dilakukan PemKo adalah duduk bersama mencarikan solusi persoalan ini dengan hati yang lapang serta mencari win-win solution. Saya yakin tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin,” harap Gusrizal.
Ia juga berharap agar pemko tidak menzalimi dunia perguruan tinggi dan menurutnya, seharusnya Pemerintah membantu dunia pendidikan yang ada di Kabupaten dan Kota.
“Pemerintah seharusnya berterimakasih kepada pengelola Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada. Bagaimanapun juga, keberadaan PTS itu sangat membantu pemerintah,” katanya.
Menurut Gusrizal, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia hanya berjumlah 125 unit.
Sementara PTS memberikan kontribusi yang sangat signifikan untuk mencerdaskan anak bangsa.
“Dengan jumlah 2.982 unit, jumlah ini setara 95,97% dari total PT di Indonesia pada 2022. Coba dibayangkan apabila tidak ada PTS,” ucap Gusrizal.
Belum lagi dampak keberadaan PTS yang ada di seputaran kampus, yang menurutnya akan menghidupkan ekonomi masyarakat.
Keberadaan PTS di Kota Bukittinggi, itu juga akan memberikan multiplier effect kepada orang banyak, tidak hanya masyarakat sekitar kampus, juga kepada Pemko itu sendiri.
“Saran saya, sudah, akhirilah semua ini dengan motto yang sudah di kedepankan bang wako, MUDA, musyawarah dalam Bekerja,” saran Gusrizal.
Gusrizal juga mengutip Kitab Suci Alquran Surah Al-Imran ayat 159, yang artinya “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”.
“Ini sangat dalam maknanya, kalaulah masing masing pribadi saling memaafkan apalagi ditambah ikhlas mendoakan, maka masyawarah yang diperintahkan berikutnya pastilah dengan penuh kelapangan dan penuh kebaikan untuk semua,” pungkas Gusrizal.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

