KATASUMBAR – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno baru-baru ini mendapat kritik pedas dari warganet.
Rata-rata kritikan tersebut berasal dari warganet yang berasal Sumatera Barat dan bersuku Minang.
Sandiaga Uno dikritik lantaran meluncurkan program Rendang Goes To Europe di Bali.
Banyak warganet menilai peluncuran program itu tidak tepat, karena harusnya dilaksanakan di tanah asal Rendang itu sendiri.
Salah satu kritik bahkan disampaikan oleh penulis buku ‘The Story of Rendang’, Reno Andam Suri.
Lewat akun Instagramnya, Reno menilai peluncuran program tersebut melukai hati UMKM dan komunitas Pecinta Rendang.
“Uni-uni perendang curhat ‘Kami bisa apa, tapi apa launchingnya juga harus di Bali?’ Bukan menyalahkan masyarakat Bali, nggak ada niat sama sekali.
“Tapi mempertanyakan pada empunya acara launching, apa daerah asalnya rendang tak terlihat atau tak teringat sama sekali,” katanya.
Menjawab kritikan tersebut, tak lama usai peluncuran di Bali, Sandiaga Uno pun langsung menyambangi Sumbar.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berkunjung ke Sumbar pada Sabtu (26/3) kemarin.
Kunjungan itu, kata Sandi, untuk menemui pelaku kuliner Rendang di Sumbar.
Sekaligus menyampaikan perihal program Rendang Goes To Europe tersebut.
“Pagi ini saya sudah berangkat lagi menuju Padang, Sumatra Barat untuk menyampaikan kabar baik bahwa Rendang sudah siap diekspor ke Eropa.
“Saya akan menemui para pelaku kuliner yang ada di sana, memastikan mereka siap untuk mengambil peluang ini sehingga tercipta lapangan kerja yang lebih luas lagi,” ujar Sandiaga Uno, kemarin.
Sesampainya di Padang, Sandi pun membeberkan alasannya meluncurkan program tersebut tidak di Sumbar.
Alasan utama Sandi adalah karena Bali merupakan destinasi utama wisata di Indonesia.
Kemudian Rendang mendapat sambutan luar biasa ketika diluncurkan dalam ajang G20 Bali.
Hal demikian ia sampaikan saat pengukuhan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumbar, Sabtu.
“Pertama itu tentu masakan rendang, bahkan sudah dinobatkan sebagai makanan terenak se dunia oleh CNN internasional.
Kedua Bali sebagai tempat kunjungan utama destinasi wisata di Indonesia.
Saat diluncurkan di ajang G20 Bali, program ini mendapat sambutan luar biasa karena komitmen dari pada ekspor rempah yang mencapai Rp2 miliar dollar,” ujar Sandiaga.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


