KATASUMBAR- Ratusan hektare lahan pertanian mengalami kerusakan pasca bencana alam yang melanda Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat. Data sementara menunjukkan kerusakan sangat luas.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pasaman Barat, Afdal mengatakan data sementara menunjukkan kerusakan sangat luas dan masih dinamis karena pendataan masih terus berlangsung.

“Jika merujuk pada data sementara kerusakan lahan pertanian kita cukup luas, lebih dari 900 hektare. Tapi pendataan masih berlangsung untuk di titik fokuskan kembali pada lahan pertanian yang mengalami kerusakan yang cukup parah,” kata Afdal saat dihubungi, Rabu (10/12).

Komoditas yang paling terdampak adalah padi dan jagung. “Ada dua titik lokasi yang sangat terdampak yakni di Kecamatan Kinali dan Ranah Batahan,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih fokus pada upaya tanggap darurat. Langkah awal yang dilakukan adalah mendata lahan pertanian dan infrastruktur pertanian yang rusak untuk pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Selain itu, Afdal mengungkapkan, pihaknya sedang mengusulkan bantuan bencana ke kementrian untuk petani yang terdampak melalui aplikasi yang sudah disediakan.

“Nanti, petani yang terdampak bencana akan diberikan bantuan seperti bibit, pupuk dan alat pertanian. Ini sudah atensi dari Kementrian Pertanian,” ungkap Afdal.

Dia juga menyebut, disamping bantuan bencana, pemerintah juga selalu rutin setiap tahunnya memberikan bantuan terhadap petani melalui kelompok-kelompok tani.

“Untuk pengajuan bantuan kali ini, kami mengajukan dua skema yakni skema bantuan rutin dan skema bantuan bencana. Kami akan kawal,” sebut Afdal.

Berdasarkan data update 8 Desember 2025 pukul 08.00 WIB infografis bencana alam yang telah dirilis Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, ada 921,95 hektare lahan pertanian yang terdampak.

Selain lahan pertanian, 4 orang warga meninggal dunia, 3 orang hilang, 5 orang luka dan pengungsi 4.365 jiwa. Kemudian, 55.300 jiwa terdampak, 46 unit rumah rusak berat, 18 unit rumah rusak sedang dan 22 unit rumah rusak ringan.

Selanjutnya, 5.171 unit rumah terendam, 13 unit rumah hanyut, 28 sekolah terdampak, 1 kantor rusak, 3 faskes terdampak, 36 rumah ibadah terdampak, 12 jembatan rusak dan 10 ruas jalan jalan turut terdampak.***

Penulis: Irfan Pasaribu

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.