KATASUMBAR – Praktik Pungutan Liar (Pungli) menjadi momok bagi supir angkutan kota (Angkot) di Pasar Raya Padang. Supir angkot yang ngetem di kawasan Bundaran Air Mancur pun mengeluhkan keberadaan praktik ini.
Salah seorang supir angkot jurusan Pasar Raya-Lubuk Buaya, Adi (27) mengatakan pungutan uang yang dilakukan oleh sejumlah warga itu tidak resmi.
“Modusnya banyak, ada yang berkedok uang harian, ada pula yang bermodus menyemprotkan pengharum kabin,” katanya Senin, (28/6/2021).
Ia menjelaskan, jumlah uang yang diminta oleh para pelaku pungli ini berkisar antara Rp2000 hingga Rp5000 per mobil. “Biasanya mereka mulai meminta jatah dari pukul 3 sore sampai jam 7 malam,” ujar dia.
Adi menilai pungli ini merugikan supir angkot. Sebab, jika dijumlahkan setiap harinya para supir harus menghabiskan uang hingga Rp50.000 setiap harinya untuk memberikan jatah preman tersebut.
Bahkan sering kali jika supir tidak memberikan uang, pelaku pungutan ini melontarkan ancaman pemukulan.
“Tidak ada untungnya bagi kami, kalau mobil ada masalah di jalan mereka juga tidak membantu. Mau pungutan yang resmi sekalipun sama saja. Saya tidak setuju itu disebut pungli, lebih tepatnya pemalakan,” ucap dia.
“Ditangkap pun mereka akan kembali lagi, hilang satu datang lagi yang lain, begitu terus. Tidak jarang kami kehilangan pendapatan hanya untuk memberi jatah uang pada mereka,” papar dia.
Razia Pungli
Sebelumnya belasan preman dan pelaku pungutan liar (Pungli) terjaring razia di di Simpang Air Mancur, Pasar Raya Padang, pada Sabtu (12/6/2021) lalu.
Mereka yang diamankan, diduga sering melakukan aksi premanisme dengan cara memalak sopir angkot yang melintas di sana.
Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir mengatakan, para preman dan pelaku terjaring orang personel gabungan.
“Dalam pelaksanaan kegiatan razia tersebut diamankan 17 orang pelaku, yang selanjutnya kita bawa ke Mapolresta Padang dan kita data,” katanya di Padang.
Menurut Imran, aksi premanisme dan pungli yang dilakukan oleh mereka memang sudah meresahkan masyarakat.
“Hal ini sesuai instruksi Kapolri untuk membasmi aksi remanisme baru-baru ini dan tentunya sesuai motto kita menuju Kota Padang Zero Criminal,” kata dia.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

