KATASUMBAR – Puluhan bahkan ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Agam masih telantar pasca banjir lahar dingin Gunung Marapi.
Lahan telantar terutama berada di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang dan Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek.
Pantauan KATASUMBAR, Rabu 3 Juli 2024, areal persawahan yang terkena banjir dari Gunung Marapi tersebut sama sekali belum digarap.
Sawah tersebut berada dalam kondisi tertimbun material. Bahkan masih banyak sawah yang dipenuhi kayu yang terbawa material.
Salah satu pemilik sawah di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Mangkuto mengatakan dua petak sawahnya tertimbun akibat banjir lahar dingin.
Mangkuto mengatakan tak sanggup merehabilitasi sawahnya ke kondisi semula karena butuh pengerukan pakai alat berat.
“Kalau dikeruk mesti pakai alat berat. Sewa perharinya mencapai Rp 3 juta. Tentu kami tak sanggup untuk itu,” kata dia.
Seandainya dikeruk pun, kata dia, sawah itu juga belum bisa digarap karena saluran irigasi juga sudah hancur.
“Jadi kita sangat berharap ada tindak lanjut dari pemerintah, sudah sekian lama sejak banjir, belum ada kejelasan soal lahan pertanian. Sementara di sini, pekerjaan orang kebanyakan adalah bersawah,” kata dia.
Banjir lahar dingin ini terjadi pada Sabtu 11 Mei 2024 lalu. Luapan air sungai menimbun lahan pertanian dan para petani gagal panen.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


