KATASUMBAR – Puasa identik dengan kelelahan bagi sebagian orang. Kelelahan tersebut tak sedikit membuat kita memilih tidur lebih banyak dari yang biasanya atau bahkan ada yang tidur sepanjang hari.

Lalu bagaimana Islam memandang hal ini? Apakah ini baik dalam ibadah puasa?

Guru besar bidang Hukum Islam, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang, Prof. Dr. H. Asasriwarni MH mengatakan mengatakan, tidur orang yang berpuasa adalah ibadah.

“Namun tidur yang seperti apa? Yakni tidur orang yang melepaskan lelahnya. Misalnya dia merasa lelah setelah bekerja di siang hari, kemudian tidur setelah waktu Zuhur atau menjelang Zuhur agak sebentar (paling lama dua jam), maka ini dinilai ibadah di mata Allah SWT,” katanya kepada KATASUMBAR.

Selain tidur sebentar, tidur dengan niat menjaga pandangan mata juga dinilai ibadah. “Ada sebagian kita yang takut melihat hal-hal yang merusak nilai puasa, sehingga ia memilih tidur. Imam Al- Ghazali menyebutnya puasa orang awam, yakni menjaga pandangan,” terangnya.

Sementara itu, tidur terus-menerus atau tidur sepanjang hari saat puasa bukanlah hal yang baik. “Ini bisa mengurangi nilai puasa. Nilai puasa orang yang tidur sepanjang hari akan berbeda dengan meniatkan tidur untuk istirahat badan,” ujarnya. (*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.