KATASUMBAR – PSSI bekerjasama dengan Kemenpora menggelar seminar dengan tema Upgrade Filanesia (Filosofi Sepakbola Indonesia).
Seminar ini berlangsung di Hotel Mercure, TB Simatupang, Jakarta dari tanggal 6 hingga 19 Desember 2022.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat manajemen pelatihan cabang olahraga, khususnya sepakbola, yang saat ini terus berkembang di Indonesia.
Ada 16 orang narasumber dalam acara ini, mereka semua adalah mantan pemain tim nasional Indonesia, yang akan membagikan pengalamannya.
Mereka adalah Rusdianto, Johanes Auri, Simson Rumapasal, David Sulaksmono, Aji Ridwan Mas, Hery Kiswanto, Yusuf Bachtiar, dan Budi Sudarsono.
Selanjutnya juga ada Firman Utina, Imran Nahumarury, Rulli Nere, Ansyari Lubis, Robby Darwis, Ferril Raymond Hattu, Ponaryo Astaman, serta Bambang Pamungkas.
Selain mantan pemain tim nasional, ada juga pelatih tim nasional, pelatih kiper, pelatih fisik.
Kemudian juga ada pelatih-pelatih Elite Pro Academy yang di 2017 mendapatkan workshop pertama terkait filanesia.
Kegiatan ini juga melibatkan 7 universitas yang bekerja sama dengan PSSI, di antaranya UNP Padang, UNJ Jakarta.
selain itu, juga ada UPI Bandung, STKIP Pasundan, UNY Yogyakarta, Universitas Surabaya, dan UM Malang.
Filanesia
Sejak peluncuran resmi, Filosofi Sepak Bola Indonesia pada 9 November 2017 di Jakarta telah di tuangkan dalam buku Kurikulum Pembinaan Sepakbola Indonesia.
Filanesia sendiri adalah sebuah filosofi yang akan menjadi fondasi dan karakter sepakbola Indonesia.
Baik untuk pembinaan usia dini sampai profesional dari segi individu maupun tim.
Filosofi ini akan memberikan panduan dalam hal lingkup sepak bola, seperti penjenjangan latihan berdasarkan usia, pengembangan teknik pemain, dan ciri-ciri bermain di lapangan.
Kurikulum Pembinaan Sepakbola Indonesia ini bukan untuk menyeragamkan taktik setiap klub, namun ini akan menjadi ciri pemain Indonesia di pentas Internasional.
Lebih dalam, di dalam buku ini dikelompokkan beberapa fase latihan berdasarkan kelompok umur.
Untuk anak-anak usia 6 sampai 9 tahun merupakan fase pengenalan, lalu fase pengembangan skill di rentang usia 10 sampai 13 tahun.
Lalu terakhir ada rentang usia 14 sampai 17 tahun yang merupakan fase permainan.
Istruktur Pelatih Indonesia Yeyen Tumena mengatakan, 
Karena, bisa jadi di Filanesia sebelumnya belum ada latihan goalkeepernya atau belum ada latihan fisiknya yang masuk ke dalam kurikulum.
“Bisa jadi sebelumnya, belum ada materi psikologi yang khusus sesuai dengan filosofi filanesia. Kemudian bagaimana penanganan medis, gizi dan lainnya,” katanya.
“Kemudian kami juga perlu tambahan masukan dari teman-teman mantan pemain tim nasional, apakah dahulu dengan formasi sebelumnya dan sekarang, apa plus dan minusnya,” sambunnya.
Menurutnya, kegiatan ini ingin mendapatkan cara bermain sepak bola ala orang Indonesia sendiri, bukan meniru cara atau karakteristik dari luar negeri.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

