KATASUMBAR – Sejumlah pedagang di Jalan Perintis Kemerdekaan Bukittinggi, mengeluhkan turunnya omzet selama pengerjaan proyek galian drainase.
Menurut pedagang, pembeli kebanyakan enggan maupun susah untuk datang ke Jalan Perintis karena adanya galian.
“Omzet saya turun 90 persen, terutama di Oktober ini. Bahkan ada 4 hari saya tidak berjual-beli,” ungkap pedagang hijab Dasril, Rabu 27 Oktober 2021.
Dasril mengatakan, akses pembeli terhambat karena saat penggalian, jalan hanya bisa dilalui satu arah.
“Akses pembeli tidak ada, belum lagi debu, pembeli enggan datang,” ucap dia.
Pedagang lain, yakni Ridho, juga mengatakan hal yang sama. Dia mengeluh soal sulitnya akses menuju toko pakaiannya.
“Harusnya, setiap habis digali, tanah tidak ditumpuk, namun diangkut sehingga tak seperti ini,” ungkapnya.
Ridho menjelaskan, di Jalan Perintis rata-rata pembeli adalah pejalan kaki. Dengan kondisi jalan yang berdebu saat panas, dan becek saat hujan, pembeli tidak ada.
“Saya pernah tak jual beli seharian. Belum lagi pengendara, banyak yang jatuh. Kemarin ada anak sekolah yang jatuh,” ungkapnya.
Tak jauh berbeda, seorang karyawan di toko buku yakni Ayla, mengeluhkan pembeli yang sulit memarkir kendaraan karena jalan tersebut makin sempit.
“Memang mengganggu, karena sulitnya akses, pendapatan jadi turun,” ungkapnya.
Proyek ini didanai dari APBD Bukittinggi senilai 12,9 miliar rupiah. Berlangsung September hingga Desember mendatang.
Panjangnya sekitar 1.080 meter, mulai dari Jalan Sudirman hingga Jalan Pemuda, dekat Pasar Banto.
Kemarin, Wako Bukittinggi Erman Safar murka melihat tanah galian menutup akses pedagang di lokasi.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


