KATASUMBAR — Town Hall Reboot Communication (BootComm) Vol. 4 dengan tema “Meet The Expert: Polusi di Dunia Komunikasi” dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru di lingkungan Program Studi Ilmu Komunikasi. Kegiatan Town Hall Reboot Communication (BootComm) Vol. 4 dilaksanakan di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Padang (UNP) pada Sabtu (26/9). BootComm Vol. 4 diselenggarakan sebagai wadah pengenalan dan pembekalan bagi mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi dalam memahami dunia komunikasi secara lebih luas.

Selain diikuti oleh mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang, kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Departemen Sosiologi, Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi, dan dewan dosen Departemen Sosiologi. “Selain teori, soft skill juga penting. BootComm hadir sebagai wadah mahasiswa baru untuk mengenal dunia Ilmu Komunikasi, baik secara akademik maupun praktik.” Ungkapnya.

Selanjutnya, dalam talkshow yang menjadi salah satu rangkaian Town Hall Reboot Communication, peserta diajak memahami berbagai tantangan komunikasi di tengah perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, perubahan perilaku masyarakat, serta tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis.

Tiga narasumber utama dalam talkshow adalah Andika D Khagen selaku Direktur Operasional Classy Media yang berbicara tentang isu Jurnalisme, selanjutnya Budi Sanjaya selaku Humas Sumatera Barat yang berbicara terkait tantangan seorang Public Relations; serta Fajar Novario, S.Ds, Co-Founder Auman Design Bureau yang berbicara tentang tantangan profesi kreatif hari ini.

Pada sesi pertama, Andika D Khagen membahas perspektif Jurnalistik dan tantangan yang dihadapi media di tengah derasnya arus informasi. “Di tengah banyaknya informasi yang beredar, tantangan seorang komunikator bukan hanya bagaimana menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi bagaimana memastikan informasi tersebut benar, memiliki nilai, dan dapat dipertanggungjawabkan”, ujarnya.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi, khususnya yang tertarik pada bidang jurnalistik, dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, melakukan verifikasi, serta memahami prinsip-prinsip jurnalistik agar dapat menghasilkan informasi yang berkualitas.

Sesi berikutnya menghadirkan Budi Sanjaya, Humas Sumatera Barat. Dari perspektif Hubungan Masyarakat, pembahasan diarahkan pada pentingnya membangun komunikasi yang tepat antara organisasi dengan publik. “Humas bukan hanya soal menyampaikan apa yang ingin disampaikan organisasi. Yang paling penting adalah bagaimana kita memahami publik, membangun kepercayaan, dan menjaga hubungan yang baik melalui komunikasi yang tepat”, ungkapnya.

Sesi takshow diakhiri oleh Fajar Novario. “Komunikasi harus dirancang. Kita perlu memahami siapa yang ingin kita ajak berkomunikasi, apa pesannya, melalui media apa, dan apa tujuan yang ingin dicapai. Karena itu, kemampuan berpikir strategis akan menjadi penting bagi komunikator di masa depan”, Tutupnya.

Ketiga perspektif tersebut kemudian memperlihatkan bahwa ketiga peminatan dalam Ilmu Komunikasi memiliki ruang kerja yang berbeda, tetapi tetap saling berkaitan. Jurnalistik berperan dalam menghasilkan dan mengelola informasi, Hubungan Masyarakat berperan dalam membangun hubungan dan kepercayaan dengan publik, sementara Manajemen Komunikasi berperan dalam merancang strategi agar komunikasi dapat berjalan secara efektif dan mencapai tujuan.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.