KATASUMBAR – Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak hanya jadi primadona banyak orang hari ini, namun sudah dimulai sejak zaman kolonial. Hal itu terbukti dengan banyaknya bangsa pribumi yang bekerja di bagian administrasi pada kantor-kantor pemerintah Belanda.
Sosiolog dari STKIP PGRI Sumatera Barat, Firdaus mengatakan, prestise orang-orang yang bekerja pada masa kolonial di kantor Belanda lebih dianggap baik dari jadi petani. “Ini dipengaruhi karena adanya akses kepada kekuasaan dan juga menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan itu berlanjut sampai pada masa kemerdekaan,” katanya saat dihubungi di Padang.
Sejak kemerdekaan kultur itu bertahan dan bekerja di pemerintahan itu memberi akses yang luas. “Dulunya ada kultur bahwa PNS itu suka dilayani dan itu kultur itu sudah ada sejak zaman kolonial karena memang berkembang di masa itu, namun sejak 10 atau 15 tahun belakangan hal itu sudah diubah bahwa abdi negara harus melayani bukan dilayani,” paparnya.
Firdaus menuturkan di beberapa lembaga, kultur itu sudah mulai dirubah di beberapa lembaga pemeritahan, seperti salah satunya lembaga pendidikan. “Namun tak akan semudah itu juga mengubah budaya dilayani yang telah ada ratusan tahun dalam waktu singkat,” paparnya.
Dengan adanya tagline-tagline yang diciptakan pemerintah bagi PNS sebagai abdi negara, maka secara perlahan kultur itu mulai terbentuk ke arah yang lebih baik.
Pemerintah kembali membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) akhir Mei ini. Pendaftaran bisa dilakukan mulai 31 Mei hingga 21 Juni 2021.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

