KATASUMBAR – Forum Anak Nagari Nanggalo melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (6/7). Mereka menyampaikan tuntutan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri jalur zonasi.
Ketua Forum Anak Nagari Nanggalo Yuldi Efendi, mengatakan, ada sejumlah tuntutan yang disampaikan ke pihak terkait dalam hal ini Disdik Sumbar.
“Mulai dari mempertimbangkan zonasi, menghapus zonasi, mempertimbangkan anak-anak yang terlibat langsung zonasi, dan mendirikan SMA Negeri di Kecamatan Nanggalo,” ujarnya.
Yuldi mengatakan sistem zonasi menimbulkan banyak masalah. Salah satunya adalah anak-anak yang mempunyai nilai di atas rata-rata tidak bisa masuk ke SMA Negeri karena terhalang zonasi.
Ia mencontohkan, ada si A memiliki nilai yang bagus. Kuota di sekolah negeri di sana adalah 200 dengan jarak 1 kilo. Sementara ia tinggal di jarak 1,1 kilo. Akibatnya, ia tidak bisa diterima di sekolah tersebut.
“Masalah di sini adalah sekolah yang kurang. Lalu, bagaimana nasib anak-anak ini?” ujarnya.
Bahkan, sebutnya, karena terhalang zonasi, anak-anak ini dianjurkan untuk sekolah di swasta. Menurut Yuldi, anjuran tersebut bukan jalan keluar.
Masalah zonasi ini, sebutnya, juga terjadi tahun sebelumnya, tapi tak ada perubahan.
Sekretaris Disdik Sumbar Suryanto mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada Forum Anak Nagari Nanggalo yang telah datang ke Kantor Disdik Sumbar.
“Ini yang seharusnya kami butuhkan, bagi kami ini akan masukan untuk jadi bahan evaluasi. Mudah-mudahan ada perbaikan kedepannya karena regulasinya dari Kemendikbud,” ujarnya. (*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


