KATASUMBAR – Direktur Eksekutif Polstra Institute, Yovaldi Riki mengatakan Sumbar bukan lagi kantong suara Prabowo seperti Pemilu terdahulu.

Menurut dia fenomena pencapresan menjelang Pemilu 2024 terus bergerak dinamis. Namun, saat ini mulai terlihat peta politik berdasar ketokohan, elektabilitas dan poros politik yang dibangun parpol.

“Khusus di Sumbar, terjadi perubahan signifikan, terutama usai Prabowo dan Gerindra gabung ke poros pemerintahan,” ungkapnya dalam rilis yang KATASUMBAR terima, Senin 30 Januari 2023.

Polstra Institute mengatakan berdasar survey, elektabilitas Anies Baswedan sangat menggerus Prabowo Subianto di Sumbar.

Menurut Polstra, eletabilitas Prabowo dibanding keterpilihannya pada Pemilu 2019 turun drastis. Pemilu 2019, pemilih Prabowo mencapai 85 persen.

“Sementara hasil survey yang kami lakukan pada 3 hingga 15 Januari lalu, elektabilitas Prabowo hanya 40 persen. Sedikit di atas Anies Baswedan sebesar 39 persen,” ungkap Yovaldi Riki.

Menurut Riki, temuan ini tak beda jauh dari hasil survey lembaga lainnya.

“Jika kita lihat gambaran ke depan, kami melihat sosok Anies Baswedan berpotensi terus menggerus elektabilitas Prabowo di Sumbar,” sambungnya.

Dia melanjutkan kondisi ini juga akan membuat elektabilitas Gerindra di Sumbar ikut merosot.

Pertimbangan Polstra

Ada sejumlah pertimbangan yang mendasari Polstra mengatakan suara Prabowo bakal kian tergerus. Antara lain salah satu faktornya adalah saat ini Prabowo berada di lingkaran Jokowi.

“Kedekatan ini akan dimanfaatkan lawan politik untuk mempengaruhi emosi pemilih di Sumbar yang mayoritas memiliki resistensi terhadap Pemerintahan Jokowi,” kata Yovaldi Riki.

Posisi Anies Baswedan sebagai tokoh aliran Islam dan Anti Thesis Jokowi, membuat positioning Prabowo lemah di mata pemilih Sumbar.

Fenomena merosotnya pengaruh Prabowo dan Gerindra di Sumbar, kata Riki, sudah tampak pada Pilkada 2020 lalu, seperti kekalahan Gerindra di Pilgub.

Tak hanya itu, di level daerah, hanya ada 3 kader Gerindra yang menjadi kepala daerah, sementara PAN ada 7 kader yang jadi kepala daerah.

Faktor Nasdem dan Ganjar Pranowo

Nasdem saat ini menyatakan dukungan ke Anies Baswedan. Hal ini mendapat perhatian dengan banyaknya tokoh bergabung ke Nasdem, di antaranya Fadli Amran, Suherman, Shadiq Pasadigoe. Bahkan Nasdem mendapat tambahan kader perempuan dan tokoh muda seperti Cindy Monica.

Mereka ini, kata Yovaldi Riki, memiliki modal ekonomi yang kuat untuk bertarung di 2024.

Selain dari itu, Poros Ganjar Pranowo juga bisa berpotensi menggerus Prabowo Subianto, Sebab kalaulah upaya mengurangi resistensi pemilih Sumbar terhadap pemerintahan Jokowi menampakkan hasil, bisa jadi pemilih Prabowo akan berpindah ke Ganjar Pranowo sebagai tokoh pilihan baru.

“Berdasarkan data yang kami miliki elektabilitas Ganjar berada di angka 7 persen di Sumbar, dengan kondisi tampak belum ada agresivitas politik dalam melakukan penetrasi ke pemilih Sumbar. Tentunya, akan berpotensi naik apabila Ganjar mulai agresif,” tutup Direktur Eksekutif Polstra Institute Yovaldi Riki.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.