KATASUMBAR – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pantai Padang menolak keras rencana relokasi yang disiapkan oleh pemerintah.
Menurut pedagang, rencana tersebut malah membunuh mereka secara perlahan.
Sebab di lokasi itu, pedagang bisa terkena hempasan ombak ketika pasang laut naik.
“Tidak mungkin disana, karena tempat itu muara, kalau ombak besar, pedagang akan kena,” kata salah satu pedagang yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Pantai Padang, Desi.
Ia menilai, penertiban yang dilakukan oleh pemerintah membuat mereka sulit mencukupi kebutuhan hidup.
Bagi dia, sebelum direlokasi, pemerintah harusnya menyiapkan tempatnya terlebih dahulu.
“Kalau begitu baru bisa. Ini kan tidak, kami direlokasi, sedangkan lokasi berdagangnya seperti itu,” jelasnya.
Namun, fakta yang didapatkan oleh pedagang tidak demikian. Pedagang malah selalu didera dengan kebijakan penertiban.
“Pemerintah tidak pernah liat kami, kami seolah menjijikan bagi pemerintah, kami dianggap seperti hama. Karena tiap tahun masalahnya sama,” tukas Desi.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Padang, Ekos Albar menyebutkan, relokasi tersebut adalah demi kepentingan bersama.
Menurut dia, dengan relokasi ini, pedagang bisa lebih tertata, dan tentunya akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
“Di lokasi ini akan kita jaga, karena ini kepentingan bersama, untuk ketertiban, kami juga memikirkan omset pedagang, bukan orang per orang,” sebut Ekos.
Ekos memastikan, di lokasi baru ini pedagang akan mendapatkan tempat yang lebih layak daripada di pinggiran pantai.
“Kami mau siapkan tempat yang layak, tenda yang seragam. Kami tidak membuat kebijakan yang mematikan pedagang,” tegasnya.
“Konsep ini kita bikin, lokasinya bukan di tempat kecil, itu luas hampir 5000 meter. Jadi pedagang bisa kebagian tempat,” pungkasnya kemudian.
Sebelumnya, Pegiat Wisata Kota Padang, M. Zuhrizul menilai, konflik ini terjadi karena adanya pembiaran yang dilakukan oleh Pemko sendiri.
Menurut dia, jika memang pedagang dilarang berjualan pada lokasi tertentu, pemerintah harus konsisten menjaga lokasi yang dilarang tersebut.
“Tapi kan tidak, sehingga pedagang yang berjualan (di lokasi yang dilarang) merasa sudah diperbolehkan.”
“Makanya pada saat dilarang (ditertibkan) muncul protes. Mereka tidak terima,” katanya dalam sebuah tayangan Padang TV.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


