KATASUMBAR – Koordinator Lapangan Aksi Masyarakat Air Bangis Haris Ritonga mengungkapkan, alasannya melakukan aksi di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Senin (31/7/2023).

Diketahui, ratusan masyarakat Jorong Pigogah Patigugur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sei Beremas, Kabupaten Pasaman Barat menduduki Jalan Sudirman depan Kantor Gubernur Sumbar sejak pukul 09.00 WIB.

Hingga kini ratusan masyarakat tersebut masih bertahan dan ingin bertemu Gubernur Mahyeldi.

Menurut Haris, tuntutan masyarakat Jorong Pigogah Patigugur, Nagari Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat ke sini hanya untuk kelangsungan hidup.

“Masyarakat tidak lagi ditangkap, kalau panen di kebun sendiri biarkan masyarakat menjual hasil kemanapun. Kalau katanya itu hutan kawasan ya selesaikan dengan sebaiknya,” katanya.

Haris melanjutkan, ada ratusan jiwa yang bermukim di Jorong Pigogah Patigugur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sei Beremas, Kabupaten Pasaman Barat ini.

“Ada anak-anak yang sekolah gimana keberlanjutannya, ribuan jiwa akan melarat. Itu harapan kami, bagi warga kami yang ditangkap mohon dibebaskan, katanya ditangkap karena beraktivitas di hutan kawasan,” kata dia.

“Namun lebih jelasnya kami tidak tahu pasal apa yang disangkakan kepada warga yang ditangkap ini,” kata dia.

Haris menyebutkan, kalaulah warga itu ditangkap dengan alasan beraktivitas di hutan kawasan, berarti masyarakat yang ke sini juga beraktivitas di sana.

“Sewaktu-waktu kami juga bisa ditangkap juga, hanya nunggu giliran ini. Berikan ketenangan dan kenyamanan kepada kami, sebelum 2016 masyarakat nyaman dan tentram,” kata dia.

Plt Asisten II Setdaprov Sumbar Yozarwardi Saputra mengatakan, pihaknya menyambut baik aksi masyarakat Air Bangis di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat saat ini.

Sebagai yang ditugaskan untuk menemui masyarakat, ia ingin mendengarkan apa yang menjadi tuntutan masyarakat ini.

“Namun sudah sama kita dengar masyarakat hanya ingin bertemu gubernur sementara gubernur sedang berada di luar kota. Kita kembali menarik diri sesuai arahan petugas keamanan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Gubernur Sumbar punya atensi terhadap permasalahan ini. “Tidak benar Gubernur tidak membahasnya. Ada beberapa langkah-langkah yang telah dilakukan, seperti untuk pencatatan kawasannya, masyarakatnya, sejak tahun berapa.
Ini juga disupport data ini dari pihak Polres Pasaman Barat,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, sosialisasi juga telah dilakukan di Kantor Bupati Pasaman Barat dan di Air Bangis.

“Ada atensi Gubernur, yang terpenting saat ini adalah apa yang diharapkan masyarakat dan mencari solusinya,” lanjutnya.

“Nanti akan saya konsultasikan ke Gubernur, supaya persoalan ini agar terstruktur mengatasi masalahnya secara komprehensif,” pungkasnya.

Diketahui, setidaknya ada empat tuntunan masyarakat Air Bangis kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi

1. Cabut usulan gubernur tentang proyek strategis nasional kepada Menko Kemaritiman dan Investasi

2. Bebaskan lahan masyarakat Air Bangis dari kawasan hutan produksi.

3. Bebaskan masyarakat dari Koperasi KSU ABS HTR Sekunder

4. Bebaskan masyarakat menjual hasil sawitnya kemanapun

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.