KATASUMBAR – Bus PO Palala terus berupaya melayani penumpang. Diketahui, perusahaan bus pendatang baru tersebut telah meluncurkan 5 armada yang line pedana lebih kurang sebulan yang lalu.

Menghadapi persiapan mudik Lebaran 2022 nanti, bus PO Palala kembali menambah armada.

“PO Palala menyiapkan 2 unit terbaru, hal itu terlihat saat sasisnya sudah sampai di karoseri Adiputro,” berdasarkan unggahan di kanal YouTube Ridwan Nurman dikutip Selasa (22/3/2022).

Ridwan menambahkan, di karoseri Adiputro bus PO Palala akan hadir dengan Jet Bus 3+ dengan Panorama Class single glass.

Sasis Bus Palala (Tangkapan Layar YouTube Ridwan Nurman)

Ia melanjutkan, target bus PO Palala akan menambah 10 unit lagi, dengan demikian target totalnya 15 unit di tahun 2022 ini.

Kabar tersebut juga diunggah di akun Instagram Palala, dengan caption “Cooming Soon dan Stay Tuned”.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bus PO Palala besok akan melakoni line perdananya.

Hal tersebut diketahui berdasarkan postingan yang diunggah akun instagram @palalabus.

Perdana Malala. Payakumbuh – Jakarta – Karawang, Sabtu 19 Februari 2022.

“Perdana #MALALAJOPALALA. Yuuuk malala sama aku,” tulis akun tersebut, Kamis (17/2/2022).

Sementara untun line perdana dari Karawang – Jakarta – Pakayumbuh rencananya dimulai pada Senin 21 Februari 2022.

Untuk info agen resmi bus PO Palala dapat mengakses di linktr.ee/palalabus.

Diketahui, nama bus PO Palala sendiri juga menjadi daya tarik tersendiri. Kata palala merupakan kata yang tidak asing di telinga orang Minang.

Direktur Utama PT Putra Transindo Mulya Egi Syafride yang menaungi PO Palala mengungkapkan alasan kenapa bus pendatang baru rute Sumbar-Jakarta tersebut diberikan nama Palala.

Ia menyebutkan, Palala lebih ke bahasa daerah yang mengacu ke hobi jalan-jalan, hobi bepergian, dan tidak bisa tenang di zona nyaman sendiri.

“Kenapa, karena di sini kita ingin mendoktrin bagaimana masyarakat itu bisa memahami, ini lo PO Palala, sebuah kosakata yang mudah diingat mudah diucapkan tetapi bisa memenuhi dinding mobil,” katanya di kanal YouTube Lakasanabus dikutip katasumbar.com, Jumat (4/2/2022).

Egy yang dipandu pembawa acara dari Laksanabus sendiri juga menjelaskan tulisan Palala di dinding bus.

“Dari tulisan Palala ada artinya, di A nya itu dibawahnya runcing, itu simbol rumah gadang,” ujarnya.

Selanjutnya, di logo P yang dibalut dengan padi, Egi menjabarkan, karena perusahaan ini dari Solok yang terkenal dengan penghasil beras.

“Kemudian kita ingin memakai ilmu padi semakin besar semakin merunduk,” kata dia.

Sementara untuk warna silver dipilih karena teknis di lapangan karena lebih terlihat bersih dalam perjalanan lebih lama.

Selanjutnya ada juga ciri khas tersendiri di motif batiknya di dinding bus. “Itu songket Silungkang, sebuah tempat tidak jauh dari Solok, songket ini sangat melekat di warga Sumbar,” sebutnya.

Egi menjelaskan, PT Putra Transindo Mulya merupakan perusahaan transportasi yang berdomisili di Solok, Sumbar. Sementara ia sendiri juga putra daerah Solok.

Sebelum beralih ke bisnis bus, ia lebih dahulu berkecimpung di bisnis perdagangan tepatnya di bisnis aksesoris

“Tertarik ke bisnis bus, dari sejak lahir sudah bergaul dengan transportasi di terminal, kakek seorang perwakilan bus di terminal di Kota Solok. Sering main ke sana dari kecil, sampai saat ini,” katanya.

Ia hernah ingin mewujudkan mimpi di bisnis bus pariwisata tetapi tidak mendapatkan kesempatan.

Egi juga menceritakan, kenapa memutuskan pembuatan bus ke karoseri laksana, berawal dari pertimbangannya jalan-jalan dulu.

“Akhirnya bersama tim memutuskan untuk memakai laksana, karena saat itu baru bakal diliris single glass Konsep single glass karena tampil berbeda dengan yang lain,” kata Egi.

Sementara, kiat menarik penumpang, kita mencukupi fasilitas yang dibutuhkan penumpang.

Fasilitasnya, kursi leg rest, AVOD, mini bar, smoking area, dispenser, air purifier yang merupakan antivirus untuk membasmi virus di masa pandemi (peduli kesehatan), bad cover, dan bantal.

“Kita hadir untuk bersaing, tetapi hanya ingin memberikan pelayanan untuk masyarakat Sumbar,” tuturnya.

“Kita lebih memilih kritikan atau masukan, karena butuh revisi demi revisi bagaimana kebaikan kedepannya,” pungkasnya.

Terakhir, pria yang terbilang berusia muda tersebut menutup pembicaraan dengan ucapan motivasi.

“Tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak bisa, ketika bisa kita kejar hari ini mengapa menunggu hari esok. Berasal dari bawah itu bukan mengajarkan kita untuk minder, saya pribadi saya harus belajar dari bawah yang memo saya sampai di titik ini,” kata dia.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.