KATASUMBAR– Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat salurkan bantuan bagi korban yang terdampak kebakaran yang terjadi di kawasan Pasar Kuliner (Paskul), Jumat 27 Oktober 2023, pagi.

Pemerintah Kota Padang Panjang mencatat, setidaknya terdapat tujuh unit rumah dengan 15 kepala keluarga (KK) dengan 25 anak sekolah yang terdampak akibat kebakaran itu.

Pj Walikota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra menyebut, untuk sementara bagi korban yang tidak memiliki tempat tinggal, pihaknya sudah menyiapkan tempat penampungan sementara.

Ia mengatakan, untuk meringankan beban korban kebakaran, pihaknya menyerahkan bantuan dan perlengkapan dan seragam sekolah untuk para siswa yang merupakan anak para korban

“Tadi pagi kita berjanji akan memberikan bantuan pakaian sekolah, agar Senin mereka bisa bersekolah. Alhamdulillah berkat sumbangan ASN di bawah naungan Korpri, ada bantuan seragam dan perlengkapan sekolah. Jadi besok mereka sudah bisa bersekolah kembali. Kita akan upayakan berbagai bantuan lainnya. Yang penting anak-anak ini kita selamatkan dahulu,” ungkapnya dikutip dari laman facebook Kominfo Padang Panjang.

Sementara itu anggota DPRD setempat, Novi Hendri Datuak Bagindo Saidi dalam kesempatan ini juga menyalurkan 24 box peralatan harian yang berisi selimut, handuk, tikar serta berbagai perlengkapan mandi.

“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi di luar dugaan dan terjadi begitu cepat ini. Ini sebagai bentuk awal perhatian kita, sebagai bentuk rasa simpati yang dititip anggarannya pada BPBD Kesbangpol. Mudah-mudahan dapat membantu warga kita yang mendapat musibah,” sebutnya.

Novi Hendri menyebutkan, dirinya sempat berbincang-bincang dengan beberapa keluarga korban dan mereka mengapresiasi gerak cepat Pemko. (***)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.