KATASUMBAR – Pemerintah Indonesia tahun ini berencana menganugerahkan 4 gelar pahlawan nasional dalam momen Hari Pahlawan 10 November mendatang.

Menkopolhukam Mahfud MD, dalam konferensi persnya lewat channel youtube pada Kamis 28 Oktober 2021, mengatakan, gelar pahlawan ini untuk menginpirasi dalam membangun bangsa yang berdaulat.

“Tahun ini ditetapkan 4 orang untuk dianugerahkan gelar pahlawan berdasarkan keputusan presiden,” ucap Mahfud MD, dikutip Jum’at 29 Oktober 2021.

Dia mengatakan, anugerah pahlawan kepada 4 anak bangsa ini sudah sesuai persyaratan, antara lain pernah berjuang atau melahirkan karya.

Ke 4 itu adalah Usmar Ismail (tokoh film), Tombolutu ( pejuang), Sultan Aji Muhammad Idris (pejuang) dan Raden Aria Wangsakara (pejuang).

Salah Satu Berasal dari Sumbar

Dari ke 4 itu, salah satunya, yakni Usmar Ismail, yang merupakan pria asal Sumatera Barat.

Usmar Ismail lahir di Bukittinggi 20 Maret 1921. Ia merupakan sutradara, sastrawan dan wartawan, namun lebih terkenal sebagai sutrada.

Ia menamatkan SD di Batu Sangkar di sekolah Belanda khusus Bumi Putra. Saat SMP di Padang, ia sudah menunjukkan bakat dalam dunia film dan berlanjut ketika SMA di Jogyakarta tahun 1938, mulai terlibat dalam dunia sastra.

Tahun 1943 Pemuda Usmar memutuskan masuk ke Pusat Kebudayaan (Keimin Bunkha Sidhoso). Saat itu, ia menciptakan sandiwara Mutiara dari Nusa Laut. Di samping itu, ia juga merupakan tentara aktif dengan pangkat mayor.

1944, ia menikah dengan Sonia Hermien Sanawi dan setahun kemudian, saat revolusi ia mendirikan Majalah Mingguan Tentara, Harian Patriot, dan Majalah Mingguan Arena.

Karya Usmar Ismail

Tahun-tahun tersebut, merupakan saat yang sibuk baginya, karena ia sudah memproduksi film Darah dan Doa, film Harta Karun dan Tjitra.

1952-1953, ia mendapat beasiswa dari Universitas Kalifornia jurusan Film untuk belajar sinematografi. Sepulang dari sana, ia melanjutkan produksi film, teater maupun membuka studio dan aktif di sejumlah lembaga.

Atas banyak jasanya, Presiden Soekarno menghadiahi piagam penghargaan pada 1962, dan 1969 dengan piagam Anugerah Seni.

Sayangnya, Usmar Ismail meninggal dunia pada 2 Januari 1971 atau dalam usia 50 tahun. Total ia bekerja di industri film selama 20 tahun.

Bagi industri film, sosok pria ini sangat terkenal dan dianggap sebagai tokoh pelopor film nasional.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.