KATASUMBAR– Pedagang Kaki Lima (PKL) pantai Cimpago Kota Padang meminta pemerintah kota untuk mempertimbangkan relokasi tempat lapak pedagang dari tempat yang lama.
Deri salah satu perwakilan PKL kawasan Cimpago mengaku, tempat relokasi yang diwacanakan Pemerintah Kota Padang masih jauh dari harapan. Ia berharap Pemko untuk mempertimbangkan kembali.
“Pemerintah mengalihkan ke lokasi yang tidak tepat, yang tidak representatif,” ungkapnya saat ditemui KATASUMBAR di kawasan Cimpago, Rabu 20 September 2023.
Ia menjelaskan, alasan pedagang belum menyepakati keinginan pemerintah kota padang, karena lokasi yang baru dinilai tidak akan bisa mengakomodir seluruh pedagang.
Karena, tempat yang baru dipilih Pemko Padang tidak dinilai tidak memadai. Karena selain sempit, tempatnya juga tidak memiliki fasilitas untuk melayani pengunjung.
“Yang pertama jumlah pedagang banyak, setelah itu tanpa bangku. Mana mungkin disana dibuat kiri kanan petak-petak sebanyak tiga kali tiga, atau dua kali tiga dikumpulkan pada satu tempat di bentang karpet di tengah, nah itukan bisa lesehan untuk pribadi. Karena ini tempat umum, orang punya sepatu. Tidak mungkin orang ke sini lepas sepatu, terus duduk di lesehan. Tambah lagi ukurannya yang kecil. Sementara pedagang yang akan direlokasi sebanyak 135,” terang Deri.
Selain soal pelayanan dan fasilitas, persoalan gejolak soal juga perlu diperhatikan Pemko antar pedagang. Karena dengan tempat yang sempit, tentu memicu terjadinya ketidakteraturan antara pedagang.
“Itu akan menimbulkan gejolak sosial antara pedagang dengan pedagang. Karena apa masyarakat yang datang ke pantai ini bukan mencari lesehan, tapi ingin santai menikmati suasana pantai sambil makan sambil minum,”jelasnya.
Ia berharap, Pemerintah Kota Padang untuk busa mempertimbangkan rencana relokasi tersebut.
Karena menurutnya, jika ada diantaranya pedagang yang tidak tertib. Cukup itu saja yang ditertibkan. Jangan yang tidak bersalah kena gusur juga.
“Mungkin ada pedagang kita selama ini yang kurang tertib, itu yang perlu kita tertibkan. Setelah itu penertiban payung ceper di media sosial, alhamdulilah pantai Cimpago terhindar dari payung ceper. Justru payung ceper, payung ceper yang ada saya tidak menutup kemungkinan ada, tapi itu tidak pernah ditertibkan,” ujarnya.
Pemko Wacanakan Relokasi PKL Pantai Padang
Sebelumnya, Pemerintah Kota Padang menawarkan solusi pemindahan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melanggar aturan di Pantai Padang.
Solusi pemindahan ini diambil setelah adanya pertemuan pedagang dengan Wakil Wali Kota Padang, Senin (18/9).
Dalam pertemuan itu, Wakil Wali Kota Padang, Ekos Albar mengatakan, pedagang akan dipindahkan lokasi berjualannya.
Ia menjelaskan, pedagang ditawarkan untuk berjualan di samping Jembatan Cimpago.
Di tempat parkir tersebut yang akan ditawarkan sebagai ladang rezeki bagi para PKL ke depannya.
Konsep tersebut dinamakan ‘Pasar Kuliner Pantai Padang’ yang dapat diisi oleh sekitar 80 hingga 100 orang pedagang dengan luas mencapai 3.600 meter.
Dirinya menyebut, jika terdapat kekurangan, Pemko Padang akan melakukan penambahan lokasi.
“Di samping Jembatan Cimpago, tepatnya di parkiran. Hal ini yang akan disosialisasikan dari perwakilan pedagang kepada sesamanya.”
Adapun luasnya yaitu 3.600 meter. Namun, jika terdapat kekurangan, kami juga memberikan penambahan lokasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, pihaknya memberikan waktu dan terbuka dengan adanya ruang diskusi, musyawarah dan mufakat yang dilakukan para PKL usai pertemuan.
Di sisi lain, pihaknya, sebut Ekos, juga akan mengkaji ulang mufakat yang dihasilkan oleh PKL nantinya.
“Seperti, apakah mufakat tersebut tidak melanggar dengan aturan. Apakah tidak melanggar dengan ketertiban, keamanan dan keindahan Pantai Padang.”
“Pemko Padang tidak akan menunda-nunda, selagi kesepakatannya itu jelas,” terangnya.
Hingga saat itu, jelas Ekos, kesepakatan itu belum ditemukan, dikarenakan perwakilan PKL baru akan melakukan sosialisasi sesamanya usai berdiskusi dengan Pemko Padang.
Untuk itu, (sebelum adanya kesepakatan) PKL tidak diperkenankan berjualan di tempat yang sudah diterbitkan sebelumnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


