KATASUMBAR- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan tidak ada lagi toleransi bagi pedagang yang masih berjualan di luar dan belum bersedia pindah ke Basement II Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar).
Penegasan itu disampaikan menyusul masih adanya pedagang yang bertahan di luar lokasi relokasi. Kondisi tersebut dinilai membuat aktivitas perdagangan di dalam basement belum berjalan optimal dan berdampak terhadap omzet pedagang yang sudah lebih dahulu pindah.
“Kalau masih ada sebagian di dalam dan sebagian di luar, tentu akan terjadi sepinya pasar yang di dalam. Jadi, ini akan kita pastikan supaya pedagang yang layak tempat di dalam semuanya masuk,” ungkap Fadly, Selasa (3/11/2026).
Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perdagangan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan memastikan seluruh pedagang menempati lokasi yang telah disediakan.
Menurutnya, aktivitas jual beli akan lebih optimal apabila seluruh pedagang berjualan di dalam basement. Dengan begitu, pembeli diharapkan kembali ramai mendatangi kawasan tersebut.
“Saya yakin kalau sudah masuk, nanti pembelinya pasti akan datang,” ujarnya.
Selain penataan pedagang, Fadly menyebut Pemko Padang juga tengah melakukan pembenahan akses jalan di kawasan Pasar Raya. Sejumlah jalan yang saat ini dikerjakan nantinya akan dibongkar dan diperbaiki untuk memperindah kawasan pasar.
Ia kembali menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi pedagang yang masih berjualan di luar lokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan pada Rabu (28/10/2026), bagian belakang Basement Blok II mulai ditempati pedagang, terutama penjual buah-buahan dan sayuran. Namun, sejumlah kios masih kosong karena belum seluruh pedagang pindah.
Di lokasi tersebut, sejumlah pekerja juga terlihat membenahi fasilitas. Akses tangga menuju basement tengah diperbaiki, sedangkan kipas angin telah terpasang di beberapa bagian dinding.
Meski fasilitas mulai dibenahi, aktivitas perdagangan belum sepenuhnya ramai. Rosnida (51), pedagang bengkoang yang telah menempati basement selama sepekan, mengaku belum mendapatkan pembeli sejak pindah ke lokasi tersebut.
“Seminggu di sini belum ada berjual beli. Pembeli belum ada yang masuk,” ungkapnya, Rabu (28/10/2026).
Rosnida mengakui kondisi basement saat ini lebih baik dibandingkan tempat berjualan sebelumnya. Namun, menurutnya, pedagang yang masih berjualan di luar membuat pembeli belum banyak masuk ke area basement.
“Kalau bisa masuk semua agar kita bisa sama-sama berjualan di sini. Kalau tidak seluruhnya, masih ada juga yang di luar tentu tidak ada jual beli,” terangnya.
Keluhan serupa disampaikan Ita (56), pedagang sayuran yang telah menempati basement selama tiga hari setelah penertiban. Ia mengatakan pembeli sesekali datang, tetapi aktivitas jual beli masih belum ramai.
“Namanya rezeki, kadang ada yang berbelanja, kadang tidak. Dulu sebelum basement ini direnovasi, saya juga sudah berjualan di sini. Kondisinya waktu itu masih belum sebaik sekarang,” ujarnya.
Ita optimistis renovasi basement dapat menarik lebih banyak pembeli apabila aktivitas perdagangan mulai ramai. Ia berharap pemerintah mendorong pedagang yang masih berjualan di luar agar segera menempati kios yang telah disediakan.
“Kalau masih banyak yang berjualan di luar, tidak akan masuk orang ke dalam sini. Kalau sudah masuk semuanya, tentu nanti tergantung rezeki masing-masing,” tutupnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

