KATASUMBAR – Pemerintah Kota Bukittinggi berhasil memecahkan Rekor MURI atas sajian teh talua terbanyak.

Lebih 5.110 gelas minuman khas ini disajikan dalam Peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional 2022 yang dipusatkan di Jam Gadang, Minggu 16 Oktober 2022.

Teh talua memang merupakan minuman populer di Ranah Minang, terutama di Bukittinggi.

Minuman khas ini, umumnya hampir ada di setiap rumah makan, maupun warung sehingga seakan menjadi menu wajib bagi pengunjung.

Hidangan ini merupakan salah satu minuman pembangkit energi atau stamina karena di dalamnya mengandung campuran teh, telur dan susu.

Lantas, seperti apakah sejarah minuman unik ini?

Eddi Novra dalam bukunya yang juga berjudul Teh Talua mengatakan, ada beragam versi sejarah dari minuman ini.

“Dari penelusuran beberapa narasumber terpercaya, minuman ini sudah ada sejak masa tanam paksa Belanda terhadap masyarakat/pekerja Sumatera Barat,” ucapnya baru-baru ini.

Pada masa itu, ada larangan dari Belanda kepada masyarakat mengkonsumsi kopi seperti yang Belanda minum, akibatnya para pekerja membuat cara lain.

“Pekerja lantas membikin teh dari daun kopi atau teh dari ampas sisa pabrik, dan mencampurnya dengan telur ukuran kecil yang tak laku di pasaran,” sambung Eddi.

Cerita lainnya, kata dia, dahulu ketika membangun Jam Gadang, menaranya terbuat dari kapur, pasir putih dan putih telur.

Lantas, kuning telur itulah yang pekerja olah, dan mencampur dengan teh yang kemudian menjadi dugaan asal mula terciptanya teh telur.

Kemudian, minuman ini terus berkembang dan sempat hanya kalangan elit atau tertentu saja yang mengkonsumsinya.

“Ini merupakan minuman bergengsi yang ada di pertemuan pejabat, saudagar kaya, pengusaha dan perantau kaya yang sedang berada di kampung halamannya,” tulis Dosen Fakultas Pariwisata UM Sumbar itu.

Teh Talua terbuat dari kuning telur ayam atau itik yang dikocok dengan mixer atau lidi, selanjutnya ada campuran gula, jeruk nipis maupun bahan lain.

Minuman ini menjadi salah satu penambah daya tarik wisatawan di Bukittinggi karena cocok di udara dingin.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.