KATASUMBAR – Angka partisipasi pemilih pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Caleg DPD RI di Sumbar sangat rendah. Bahkan kurang dari 50 persen.

Hal itu diketahui dari data yang direkap sementara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak pemungutan yang dilakukan pada Sabtu (13/7) lalu.

Menurut Komisioner KPU RI, Idham Holik, partisipasi pemilih di Sumbar hanya 35,71 persen pada pemilihan hari Sabtu tersebut.

Dari data yang dipaparkan Idham lewat CNN Indonesia, angka partisipasi pemilih tertinggi terdapat di Kabupaten Limapuluh Kota, yang angkanya mencapai 42 persen.

Sementara yang terendah adalah Kota Bukittinggi dengan partisipasi pemilih hanya 26,8 persen, serta Kota Solok yang hanya 29,26 persen.

Idham menyebut, KPU Sumbar dan kabupaten/kota padahal sudah melakukan sosialisasi pada pemilih untuk menggunakan hak pilihnya pada saat pemilihan dengan maksimal.

Namun, ia menduga ada keengganan dari masyarakat untuk menggunakan hak pilih karena ada unsur kelelahan politik.

“Bisa jadi karena kelelahan politik, kejenuhan politik. Artinya mereka sudah memilih di 14 Februari 2024, lalu mereka milih lagi. Mungkin karena kebosanan politik,” katanya.

Selain itu, faktor lainnya menurut Idham adalah hubungan antar kandidat dan pemilih juga terbilang rendah.

Salah satunya sebut dia, bisa karena kampanye yang tidak intens saat hendak pemungutan suara awal.

Candidate engagement antara pemilih dengan calon DPD itu dibandingkan pemilu pemilu lainnya terkategori rendah.”

“Dan ini seiring dengan intensitas kampanye yang dilakukan pada masa kampanye dahulu. Itu intensitas kampanye DPD itu kurang,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.