KATASUMBAR – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Payakumbuh pada tahun 2021 mendatang mengalami defisit Rp100 miliar lebih.
Hal itu disebabkan karena turunnya nilai Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Intensikasi Daerah (DID) dari pemerintah pusat.
Tahun depan, Kota Payakumbuh hanya mendapatkan DAU Rp427.519.801.000, DID Rp17.694.330.000, dan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp10.230.954.000.
Dengan nominal anggaran yang didapatkan tersebut, secara akumulasi, defisit anggaran daerah itu berkurang Rp101 miliar dari tahun 2020 yang mencapai Rp785.766.149.857.
Wali Kota Payakumbuh, Riza Fahlepi mengatakan, dengan pengurangan tiga poin anggaran tersebut membuat pihaknya harus menata ulang semua perencanaan pemerintah.
“Kita memang cukup kaget dengan keputusan ini, namun kita maklum, ini semua akibat Covid-19. Untuk kita harus memangkas dana semua perangkat daerah, total lebih kurang Rp100 Miliiar,” katanya.
Demi mengoptimalkan anggaran, ia menyebut, pihaknya akan memangkas anggaran yang berkaitan dengan belanja pegawai, “Seperti uang perjalanan dinas terpotong 35%, di samping TPP dan pengadaan ASN,” ujar dia.
Selain itu, Riza menjelaskan bahwa pemerintah juga harus menghapus anggaran pengadaan kendaraan dinas, mobiler dan komputer kantor.
Sementara itu, sejumlah proyek fisik, kata dia juga harus dihilangkan. Bahkan, kemungkinan anggaran di DPRD bisa jadi juga ikut dipangkas. “Ini harus dilakukan agar pemerintahan dapat berjalan lancar dan pemulihan ekonomi saat pandemi dapat dilakukan,” katanya kemudian.
Disisi lain, Sekretaris Daerah Rida Ananda, juga mengatakan dengan APBD yang berkurang tersebut anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dikurangi, meskipun saat ini masih dalam tahap pembahasan.
“Nantinya tentu tahapannya harus disetujui oleh DPRD, jadi ini baru pembahasan dan OPD memang sudah mulai melakukan entri meskipun intinya tetap harus persetujuan DPRD,” papar dia.
Meski begitu, ia ingin memastikan kalau beberapa program yang dalam rangka pemulihan ekonomi masih akan berlangsung seperti pembangunan jalan, drainase, dan pengairan.
“Intinya, belanja pada 2021 direncanakan akan fokus atau lebih diarahkan kepada masyarakat. Bagaimana dapat kembali memulihkan ekonomi,” pungkas Rida.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


