KATASUMBAR – Dosen Fakultas Pertanian UM Sumbar, Sevindra Juta mengatakan lahan bekas banjir lahar dingin Gunung Marapi, cocok untuk ditanami kembali karena memiliki tingkat kesuburan yang tinggi.
Sevindra menganjurkan para petani agar segera menggarap lahan yang terdampak tersebut.
“Cocok sekali ditanami tanaman seperti palawija maupun hortikultura. Tanah itu memiliki tingkat kesuburan yang tinggi,” jelasnya, Selasa 25 Juni 2024.
Tanaman palawija atau hortikultura, kata dia, bisa menjadi solusi, mengingat saat ini rata-rata lahan yang terdampak, dahulunya adalah persawahan dengan kondisi kekinian mengalami kerusakan di bagian saluran irigasi.
“Bisa ditanam seperti cabai, terong, bawang, kubis atau yang lainnya. Harganya pun saat ini cukup menjanjikan,” jelasnya.
Dia mengatakan material banjir lahar berupa lumpur merupakan sumbangan yang baik bagi unsur hara tanah.
“Selama irigasi belum memadai, sebaiknya ditanami dengan tanaman tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain dia juga menekankan perlunya sebuah upaya untuk memproteksi aliran sungai sehingga bencana serupa bisa dicegah ke depannya.
Pantauan KATASUMBAR, di wilayah bekas banjir lahar dingin seperti di Nagari Bukik Batabuah dan Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam, puluhan hektar lahan persawahan masih tertimbun material.
Para petani terlihat belum menggarap kembali lahannya dan masih menunggu bantuan dari pemerintah.
(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


