KATASUMBAR – Pemerintah Provinsi Sumbar segera menangani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Payakumbuh, yang tidak bisa digunakan karena longsor.

Hal demikian mengakibatkan, TPA Payakumbuh tidak bisa digunakan sebagai pusat pembuangan sampah dari dua kota yakni, Payakumbuh dan Bukittinggi.

Alhasil sampah dari dua kota itu terpaksa dikirim ke TPA Air Dingin Padang, agar sampah-sampah tidak menumpuk di fasilitas publik.

Menanggapi situasi demikian, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, hal tersebut tidak bisa dibiarkan.

“Hal ini tentu harus dicari solusinya karena tidak mungkin untuk terus menerus,” katanya.

Ia mengatakan, sejauh ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar menggelar rapat intensif dengan kabupaten/kota terkait.

Sehingga persoalan penanganan sampah di kabupaten/kota memang menjadi buah dari pemikiran bersama antar Pemda.

“Masalah penanganan sampah ini sangat penting, sebab jumlahnya semakin hari semakin meningkat.”

“Sementara, di satu sisi kita sangat concern pada pariwisata yang tentu masalah sampah termasuk penghambat di dalamnya,” ucap dia.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar akan terus berkomitmen untuk memfasilitasi setiap komitmen-komitmen yang disepakati dalam penanganan sampah.

“Sejauh ini, berbagai langkah terus kita lakukan. Seperti pemberdayaan pedagang pasar untuk pemilahan sampah pasar.”

“Namun, tentu ini perlu gerakan yang lebih besar sehingga dampak yang lebih besar juga bisa kita rasakan,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.