KATASUMBAR – Hari selasa (11/2/2025) menjadi hari yang membahagiakan bagi kaum ibu di NAgari Toboh Gadang Barat, Kecamatan Sintoga Kabupaten PAdang Pariaman.
Hari itu, untuk kedua kalinya Nita Azis, istri bupati padang pariaman terpilih John Kenedy Azis menyambangi mereka. Nmaun kali ini bukan dalam konteks kampanye seperti senbelumnya. Nita tertarik sekali dengan rencana penyelenggaraan festival Juadah yang diancang untuk digelar pasca lebaran tahun ini.
Pertemuan Nita dengan kaum ibu diawali dengan diskusi dan pemaparan panitia di aula Kantor Wali Nagari setempat. Pada kesempatan itu, Wali Nagari Eko Pebrianto mengatakan bahwa festival yang akan diselenggarakan ini mengangkat tema tentang Juadah. “Saya sebelumnya sudah diskusi dengan Ajo Wayoik (saalah seorang tokoh kesenian Padang Pariaman) untuk mengangkat potensi nagari dalam sebutha Festival,” katanya. Namun, potensi itu sepertinya tidak tampak bagi warga Toboh Gadang Barat dan pemerintahan nagari sendiri.
“Kami tak punya pantai, gunung atau air terjun. Hanya sawah saja,” katanya. Lalu mengemuka lah ide untuk mengangkat juadah sebagai tema.
“Juadah adalah kekayaan kuliner otentik dari kawasan kultural Piaman. Di Toboh Gadang, kepandaian membuat juaah ini dikuasai oleh banyak kaum ibu. Dan itu terus menjadi tradisi sampai sekarang,” kata Eko.
Ia berharap kehadiran Nita Azis dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh panitia dan masyarakat.
Sementara itu, Ajo Wayoik selaku kurator Festival mengatakan bahwa Festival Juadah diharapkan menjadi pilot project bagi nagari-nagari lain untuk menyelenggarakan festival mereka sendiri. “Kami dari Forum Batajau Seni Piaman sedang intens menyebarluaskan pola penggarapan Festival yang efektif dan efisien serta melibatkan partisipasi seluruh warga. Pola ini disebut Festival Warga. Dimana, warga sebuah nagari menjadi motor utama dalam penyelenggaraan,” sebutnya. Di Padang Pariaman, ada 103 nagari. “Jadi kita tak salah bila mengancang Padang Pariaman menuju 100 Festival. Karena jumlah nagari kita cukup banyak,” sebutnya.
Niat Azis sendiri dalam paparannya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival ini. “Saya sudah mencoba untuk mulai memetakan kembali berbagai potensi yang layak kita besarkan dari Padang Pariaman ini. Juadah adalah salah satu produk kuliner khas yang layak untuk kita besarkan disini,” sebutnya. Nita mengatakan telah mengajak sejumlah pihak untuk datang ke Padang Pariaman dan melihat sendiri potensi-potensi yang akan dikembangkan dalam kerangka pariwisata dan pelestarian budaya. Sebagai salah satu aktifis budaya, menilai prosesi pembuatan juadah memiliki kandungan nilai kultural yang luhur.
Usai diskusi, Nita Azis didapuk sebagai “bintang iklan” untuk mempromosikan budaya. Lokasi Syuting video iklan ini dilaksanakan di salah stu rumah warga. Nita sepertinya sangat intens mempelajari proses pembuatan juadah bersama para pakarnya. Konsep sosialisasi seperti ini ditangani oleh profesional videografi Ivan, yang juga salah seorang dosen ISI Padang Panjang. (rilis)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


