KATASUMBAR– Bus asal Sumatera memiliki ragam keunikan sebagai
perusahaan otobus atau PO angkutan penumpang di jalan raya.
Selain memiliki ciri khas tersendiri, Bus asal Sumatera juga sering terlihat memakai jaring pelindung di kaca depan.
Namun, jaring pelindung tersebut saat ini, sudah cukup jarang ditemui.
Fungsinya
Pemilik generasi ketiga PO NPM Angga Vircansa Chairul mengatakan, fungsi pelindung berbahan besi itu adalah bertujuan untuk keselamatan penumpang di dalam bus.
Menurutnya, adanya jaring pada kaca depan bus tersebut, guna mencegah ancaman kriminalisasi di jalan, seperti bajing loncat dan aktivitas kejahatan dan lainnya.
“Adanya jaring pada kaca depan bus itu karena dulu sering ditemui bajing loncat atau kapak merah, ya. Diancam lempar pakai batu, kalau tidak nurut nanti dipecahkan kaca depannya, terus pengemudi pasti susah lihat jalan dan bus oleng, pada saat itu bus dijarah istilahnya,” ujar Angga melansir kumparan, Selasa 28 November 2023.
Mulai Ditinggalkan
Meski demikian, menurut Angga secara perlahan PO NPM, saat ini sudah mulai meninggalkan jaring pelindung tersebut.
Alasan meninggal jaring pelindung tersebut, karena dikeluhkan oleh para sopir, karena menurutnya, mengganggu pandangan sopir saat mengemudi.
“Tujuan utamanya kan untuk safety sebenarnya, cuma ada keluhan dari pengemudi. Setelah lama dipakai, pengemudi mengeluhkan adanya bayang jaring di kaca itu bahkan waktu pejamkan mata. Soalnya bisa berjam-jam di depan mata, jaring besinya itu,” terangnya.
Menurutnya, salah satu pengakuan pengemudi bus NPM, jaring tersebut juga menyulitkan pandangan ketika bus melewati hujan lebat. Adanya komponen itu juga membuat mata mereka cepat lelah.
“Saya khawatirkan kesehatan pengemudi malah terganggu, malah jadi tidak efisien dan tidak aman juga mengemudi seperti itu, kan. Selain faktor tadi, secara estetika kan kurang bagus ya terkesan seperti bus anti huru hara begitu, lah,” papar Angga.
Namun, Angga tidak menampik, komponen pelindung tersebut memiliki kontribusi besar dalam menyelamatkan aset busnya. Utamanya adalah kerugian materil kaca depan yang kerap pecah dilempari batu.
“Tapi jaring itu sudah menyelamatkan banyak kaca bus kita istilahnya, ya. Setahun itu ada kita pernah ganti kaca depan sebanyak 35 pieces dengan harga Rp 4,5 juta sekali pasang,” ujarnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.

