KATASUMBAR – Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin dan istrinya, Wury Estu Handayani kompak memakai Baju Adat Minangkabau saat upacara HUT ke 78 Republik Indonesia.

Keduanya mengenakan baju adat warna keunguan, Saluak warna keemasan dan juga sarung warna emas.

Ma’ruf sendiri mengaku, menggunakan warna ungu pada pakaian adat itu, karena memiliki arti tersendiri.

“Makna filosofis dari pakaian adalah melambangkan kepemimpinan dari orang yang memakainya.”

“Warna ungu yang mendominasi semakin mempertegas karakter,” katanya.

Tak hanya itu, Ma’ruf juga melengkapi pakaian tersebut dengan keris yang diselipkan di bagian pinggang.

“Ini melambangkan kehati-hatian dalam mengambil tindakan. Para pemakainya harus berpikir dan menimbang baik buruk sesuatu sebelum mengambil keputusan,” ungkapnya.

Sementara, istri Wapres, Wuri tampak anggun dengan memakai pakaian khas Koto Gadang.

Pakaian tersebut dilengkapi selendang yang merupakan tinkuluak talakuang keberadaanya tidak dipengaruhi oleh kebudayaan India yang datang ke Sumatera Barat.

Hal itu diungkapkan oleh Peneliti di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Sumatera Barat Zusneli Zubir dikutip dari Kompas.

Ia mengatakan Tinkuluak talakuang adalah asli milik orang Minangkabau dan merupakan pakaian dari wilayah darek atau luhak pada zaman dulunya.

“Berbeda dengan suntiang yang merupakan pakaian dari wilayah rantau alam Minangkabau. Suntiang ini dipengaruhi oleh kebudayaan Cina,” jelas dia.

Tinkuluak berarti penutup kepala dan talakuang adalah mukena yang dikenakan untuk shalat.

Menurut Zusneli, penggunaan tinkuluak talakuang sebagai pakaian dalam upacara pernikahan.

Hal itu tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat zaman dulu melilitkan mukena di kepala dan membawanya ke mana mereka pergi.

“Dengan demikian, di mana pun mereka berada ketika waktu shalat masuk, mereka tidak susah lagi mencari mukena untuk shalat,” ucapnya.

Penggunaan tinkuluak talakuang dalam pakaian pengantin Koto Gadang ini juga syarat dengan makna.

Busana ini mencerminkan falsafah Minangkabau adat basyandi syarak, syarak basandi kitabullah, adat yang diterapkan di masyaratkan tidak terlepas dari prinsip-prinsip agama Islam.

“Tinkuluak talakuang menandakan agama dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Karena itu tinkuluak ini berada di atas kepala,” tambah Zusneli.

Ia juga menerangkan, sebelum dimodifikasi seperti saat ini, dahulunya tinkuluak talakuang ini menyerupai mukena yang dikibarkan ketika dipakai.

Pada bagian belakang sebagian dijahit dan sebagian dibiarkan berkibar. Dengan demikian ia akan mengikuti pola wajah dan menutup aurat si pemakai.

Berbeda dengan model sekarang yang hanya berbentuk kain persegi panjang dan menyerupai selendang.

Tak hanya model tinkuluak talakuang yang syarat makna, bahan dan hiasan yang melekat pada tinkuluak ini juga memiliki makna.

Penggunaan bahan beludru dan hiasan yang terbuat dari perak dan tembaga menandakan wanita di Minangkabau adalah hiasan Rumah Gadang.

Begitu juga dengan baju dan songket yang dimiliki juga memiliki makna. Baju kuruang basiba dipilih karena tidak memperlihatkan lekuk tubuh.

Berbeda dengan baju muslim pada umumnya, baju kuruang basiba memiliki celah yang didesain khusus pada bagian lehernya.

“Bagian yang sedikit terbuka di bagian leher ini akan memudahkan udara masuk sehingga yang memakai tidak kepanasan.”

“Dan ini juga memiliki makna bahwa wanita di Minangkabau bisa menerima masukan dari siapa pun sehingga wanita Minang dituntut untuk bersikap bijaksana,” terang Zusneli.

Kemudian untuk motif yang terdapat pada songket juga memiliki makna tergantung pada motif yang digunakan.

“Awalnya orang Minangkabau hanya mengenal dua motif yaitu kaluak paku dan pucuak rabuang.”

“Hal ini dibuktikan dengan temuan menhir di Limapuluh Kota yang sudah menggunakan kedua motif ini,” ucap Zusneli.

Kaluak paku bermakna yang tua mengayomi yang muda, pucuak rabuang bermakna setiap insan manusia berguna di muka bumi dan bisa hidup di mana pun dengan beradaptasi pada setiap lingkungan.

“Saat ini sudah terdapat sekitar 100 motif yang digunakan sesuai dengan perkembangan zaman,” ucap Zusneli.(*)

 

 

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.