BOLA, KATASUMBAR — Kompetisi Liga Champions Eropa sudah memasuki babak Semifinal. Olympics Lyon maju sebagai kontenstan keempat usai mengandaskan Manchester City dengan skor 1-3 pada laga yang berlangsung di Stadion Jose Avalade, Portugal, Minggu dinihari WIB.
Dengan kemenangan itu, Lyon otomatis akan berhadapan dengan Bayern Munchen-yang melaju dengan mulus setelah membantai Barcelona 2-8 satu hari sebelumnya.
Sedangkan di partai lain, PSG akan berhadapan dengan RB Leipzig pada 19 Agustus 2020 mendatang. Keduanya merupakan tim kuda hitam yang berhasil melaju ke babak Semifinal Liga Champions dalam 3 musim terakhir.
Kompetisi Liga Champions musim ini menjadi milik tim asal League 1 Perancis dan Bundesliga Jerman. Namun bagaimana kans keempat tim tersebut? Mampukan tim dari Liga Perancis menghentikan Superioritas Bayern Munchen dan RB Leipzig?
1. Bayern Munchen
Saat mengandaskan Barcelona, sang juara Bundesliga ini berhasil menerapkan permainan yang kompleks dan efektif, baik dari sisi serangan maupun bertahan. Menurut pundit sepakbola, Justinus Lhaksana, Munchen musim ini berubah menjadi klub yang superior.
“Hal ini dibuktikan dari pencapaian Munchen di kompetisi lokal dan internasional. Di UCL, tidak jarang Munchen menang dengan skor-skor besar,” katanya.
Bagi Justin, Munchen memiliki kemampuan mempertahankan sirkulasi passing bola ketika mendelay serangan. “Namun permainan bola atas dan direct footballnya juga ampuh membongkar pertahanan klub sekelas Barcelona, dan Chelsea,” sebut dia.
Ia memprediksi, Munchen akan melenggang mulus ke partai final nanti.
2. Paris Saint-Germain (PSG)
PSG adalah klub yang memiliki kemampuan serangan yang patut diperhitungkan. Keberadaan Neymar, Mbappe, Icardi, dan Sarabia akan menjadi ancaman besar bagi RB Leipzig.
Saat laga perempat final, Thomas Tuchel membuat Atalanta kelelahan yang bermain high press, dengan permainan direct football.
Dalam pertandingan itu, Neymar yang tampil sebagai penyerang palsu (False Nine) menjadi objek umpan atas pemain belakang PSG. Sebagai playmaker, kelincahan Neymar di lini tengah didukung oleh Mbappe sebagai winger cepat dan memiliki insting mencetak gol.
Namun begitu, dari sisi penguasaan bola, PSG bukanlah tim yang buruk. Formasi 4-4-2 dan 4-3-2-1 yang biasa dipakai Tuchel di berbagai kompetisi adalah fondasi PSG untuk mempertahankan sirkulasi bola di lapangan tengah.
3. RB Leipzig
Julian Nagelsmann-pelatih Leipzig adalah otak kemenangan tim asuhannya di Liga Champions atas Atletico Madrid. Hal ini diakui oleh Diego Simeone.
Menurut dia, Leipzig memiliki determinasi, antusiasme dan kebugaran yang bagus di kompetisi ini.
“Permainan cepatnya membuat kami kewalahan. Leipzig pantas menang, selamat untuk mereka,” kata Simeone dikutip dari Goal.
Leipzig juga diakui Simeone sebagai tim yang bermain kolektif, dan menjadi mimpi buruk bagi tim yang mengandalkan skill individu seperti PSG.
4. Olympics Lyon
Lyon jadi tim kuda hitam di semifinal UCL. Awalnya, perjalanan Lyon diprediksi akan kandas di babak 16 besar saat berhadapan dengan Juventus. Namun ternyata Christiano Ronaldo Cs malah gagal menahan strategi Rudi Garcia-pelatih Lyon.
Usai mengalahkan Juventus, Lyon kemudian juga jadi tim yang tidak diunggulkan di babak perempat final karena berhadapan Manchester City.
Namun ternyata, Lyon berhasil lagi membuat kejutan dengan mendaskan pasukan Pep Guardiola.
Dalam laga tersebut, Lyon dan Manchester City sama-sama tampil dengam formasi 3-5-2. Namun, Garcia lebih unggul dalam pehamanan taktik ketimbang Pep.
“Kami tampil percaya diri. Kami bukan favorit, tapi kami mampu lolos [ke semi-final] dengan mencetak tiga gol dan hanya kebobolan satu.”
“Ini terkait dengan semangat kolektif kami. Kami melihat semua elemen berusaha mencapai level terbaik demi satu sama lain,” papar Garcia.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


