KATASUMBAR – Kemenparekraf datang ke Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuah, dalam rangka visitasi dan penilaian usai ditetapkannya daerah tersebut masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, Kamis 22 Agustus 2024.

Menparekraf Sandiaga Uno diwakili Adhyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama, Nia Niscaya mengatakan Pagadih masuk daftar 50 besar usai menyisihkan ribuan desa wisata lain di Indonesia.

Dalam kunjungan ke Pagadih, Nia memuji keindahan alam maupun budaya di kawasan tersebut, meski infrastrukturnya tak begitu bagus.

“Sebagai orang yang baru pertama ke sini, hal yang saya rasakan adalah mata sehat karena daerah ini masih hijau,” pujinya.

Selain itu, kata Nia, penduduk Pagadih terbilang ramah dan kuat dalam memelihara tradisi adatnya, begitu pun dengan produk ekonomi kreatifnya.

“Ini tentu menjadi sebuah potensi dan bisa menjadi konten promosi di berbagai kanal media sosial Kemenparekraf,” jelasnya.

Dia berharap dengan ditetapkannya negeri paling ujung di Kabupaten Agam ini masuk 50 besar ADWI, akan berdampak positif ke depannya.

Dalam kunjungan ini, Nia Niscaya bersama Forkopimda juga melakukan sejumlah kegiatan seperti penanaman kopi lokal, peninjauan UMKM dan sejumlah hal lainnya.

Kemenparekraf mengatakan ADWI telah dilaksanakan sejak tiga tahun terakhir. Tahun 2021 ajang ini diikuti sebanyak 1.831 desa, 2022 sebanyak 3.419 dan 2023 sejumlah 4.573.

Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 175 desa wisata terbaik yang telah mendapat penghargaan.

Khusus 2024 ini, Kemenparekraf mengangkat tema “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia”.

Setelah Pagadih ditetapkan masuk 50 besar, nantinya akan dilakukan penilaian yang mencakup daya tarik wisata, amenitas, digital, kelembagaan dan SDM serta resiliensi.

Potensi Wisata Pagadih

Pagadih adalah salah satu daerah paling sulit dijangkau di Agam karena akses jalan yang masih belum memadai dan keterbatasan sinyal telekomunikasi.

Desa ini memiliki 5 jorong dengan luas total 2.330 hektare dan berbatasan langsung dengan Kabupaten 50 Kota.

Jumlah penduduknya sebanyak 2.200 jiwa yang umumnya berprofesi sebagai petani.

Potensi wisatanya berupa wisata alam, adat atau tradisi hingga peninggalan sejarah PDRI.

Dalam visitasi Kemenparekraf ini dihadiri sejumlah pejabat dari Pemprov Sumbar hingga Kabupaten Agam.BTurut hadir dewan juri yakni Prof I Gede Pitana dan Reni Fitriani

Kedatangan rombongan Kemenparekraf ini disambut Wali Nagari Pagadih, Pokdarwis hingga masyarakat setempat.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.