KATASUMBAR – Arus balik Lebaran mulai meningkat. Sejumlah ruas jalan mengalami macet sejak Kamis (5/5).

Kemacetan diakibatkan karena tingginya jumlah kendaraan, dan diperparah dengan luas ruas jalan yang terbilang kecil.

Kepadatan lalulintas ini bahkan membuat perjalanan yang biasanya bisa ditempuh selama 2 jam berubah jadi 7-8 jam.

Untuk di Sumatera Barat sendiri, kemacetan arus lalulintas didominasi terjadi di kawasan Padang-Panjang, Bukittinggi dan Payakumbuh.

Arus Selatan seperti ke Pesisir Selatan dan Solok cederung lancar.

Namun pemerintah dan pihak kepolisian sejumlah jalur tersebut juga bakal padat saat memasuki puncak arus balik.

Tingginya intensitas perjalanan dan jumlah kendaraan di jalanan membuat pengendara harus waspada.

Selain waspada dengan kondisi lalulintas, pengendara juga harus hati-hati dengan potensi bencana.

Jalur balik Sumbar yang didominasi dengan kawasan perbukitan membuat perjalanan dihantui dengan potensi bencana.

Bencana seperti longsor, banjir, pohon tumbang hingga jalan terban kerap terjadi saat hujan deras dalam waktu yang lama.

Terkait dengan itu, penting bagi pengendara untuk merencanakan perjalanan dengan sebaik mungkin.

Di sisi lain, Katasumbar pun sudah merangkum sejumlah lokasi yang memiliki potensi bencana di sepanjang jalur balik.

Lokasi ini penting bagi pengendara saat melakukan perencanaan perjalanan.

Berikut Daftarnya:

1. Jalur Balik Selatan

Jalur balik dari arah Selatan merupakan jalur yang terbentang dari Pesisir Selatan dan kawasan Solok.

Untuk dua kawasan ini, ada beberapa daerah yang rawan longsor.

Dari arah Pesisir Selatan, pengendara perlu hati-hati dan memperhatikan kondisi jalanan ketika melintasi kawasan bebukitan sebelum Painan.

Kemudian, jika pengendara ingin melintasi Mandeh, sangat diharapkan untuk tidak melalui kawasan ini saat hujan.

Titik rawan longsor lainnya ada di kawasan Bungus Teluk Kabung.

Kemudian dari arah Solok, adapun lokasi rawan longsor adalah di kawasan bebukitan setelah Kota Sawahlunto.

Lalu titik rawan longsor lainnya juga terdapat di Sitinjau Lauik.

Di sisi lain, jalur balik dari arah Solok Selatan pun demikian.

Ada beberapa titik rawan longsor yang di antaranya adalah Sangir, dan Alahan Panjang.

2. Jalur Balik Utara

Jalur ini merupakan kawasan dengan titik longsor terbanyak di Sumbar.

Jika pengendara datang dari arah Pekanbaru atau sebaliknya, bebukitan di kawasan Pangkalan hingga setelah Kelok 9 perlu diwaspasdai.

Tak jarang, dua lokasi itu longsor ketika hujan deras mengguyur Sumbar.

Kemudian jika pengendara datang dari arah Kabupaten Pasaman atau sebaliknya, pebukitan kawasan Bonjol dan Kumpulan adalah yang paling rawan.

Titik rawan longsor lainnya terdapat di Silaiang, Kelok 44 dan Malalak.

Tiga kawasan ini merupakan jalur yang sering dimanfaatkan untuk mengakses Padang Pariaman.

Selain itu, bebukitan kawasan Talu antara Pasaman dan Pasaman Barat juga rawan.

Demikian informasi lokasi rawan longsor yang perlu Anda perhatikan selama perjalanan balik.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.