KATASUMBAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang meyakini masih ada fakta-fakta yang belum terungkap dalam kasus kematian Afif Maulana (13).

Sebab, Direktur LBH Padang, Indir Suryani mengatakan, polisi saat ini baru memeriksa dua orang saksi saja.

“Ada 18 orang yang diamankan, baru dua orang yang diperiksa, bagaimana bapak bisa menyimpulkan kasus ini?,” katanya dalam dialog yang berlangsung di salah satu televisi.

Terkait dengan itu, Indira pun mengklaim, pihaknya 18 saksi terkait kasus kematian Afif Maulana tersebut.

Namun ia belum bisa memunculkan para saksi tersebut sebelum mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sebab ditambah lagi saat ini, seluruh saksi tersebut masih mengalami gangguan psikis pasca mendapatkan tindakan dugaan penyiksaan dari petugas.

“Kami ingin semua saksi 18 orang termasuk anak Aditia ini dilindungi dulu oleh LPSK, dan diberikan penguatan psikisnya.”

“Dan baru kemudian kita bicara soal apa yang mereka ketahui, yang mereka lihat dan mereka dengar saat malam itu,” bebernya dikutip dari Kumparan.

Terkait saksi, ia mengatakan kebanyakan saksi-saksi masih di bawah umur, dan psikisnya belum stabil.

“Karena bagi kami ketika kami bertemu dengam korban-korban, anak-anak sangat trauma atas kejadian itu.”

“Dan dalam keadaan trauma begitu tentu saja kita tidak bisa mendapatkan keterangan yang utuh atas peristiwa itu,” ungkapnya.

Terlebih, Indira menilai, Polda Sumbar terlalu terburu-buru dalam menyelidiki perkara ini.

“Makannya LBH Padang selalu mengatakan kepada Kapolda Sumbar jangan tergesa-gesa, jangan kemudian main terobos-terobos, jangan kemudian gaya koboi begitu.”

“Tenang. Lalu biarkan LPSK masuk melindungi saksi-saksi sehingga bisa membuka terang cerita ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono meyakini bahwa Afif Maulana meninggal dunia akibat terjun ke sungai dari atas jembatan Batang Kuranji.

Dia lompat ke sungai untuk menghindari sergapan petugas, saat membubarkan aksi tawuran di lokasi itu beberapa waktu lalu.

Hasil penyelidikan Kepolisian itu kemudian dibantah keras oleh pihak keluarga, yang meyakini Afif tewas diduga karena penyiksaan.

Hal tersebut kemudian menyita perhatian publik, serta sejumlah lembaga negara yang mendesak agar Polda Sumbar transparan.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.