KATASUMBAR – Antrean truk mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Padang.

Kondisi ini terpantau pada Kamis (17/3) siang hingga sore WIB.

Antrean panjang truk tampak mengular di SPBU Pertamina kawasan Bypass Kuranji, Lubuk Begalung, pusat Lubuk Buaya, dan Khatib Sulaiman.

Setidaknya ada puluhan truk yang mengantre di masing-masing SPBU yang dipantau Katasumbar.

Salah seorang sopir truk yang mengantre di SPBU kawasan Bypass Kuranji, Ujang (52) mengaku antrian disebabkan karena Solar langka.

“Hampir 3 bulan kondisinya begini. Tidak banyak SPBU yang menjual Solar,” katanya pada Katasumbar.

Ujang yang merupakan warga Bungus Teluk Kabung itu harus rela mengelilingi Padang untuk dapat bahan bakar.

“Kadang bisa tidak dapat sama sekali. Dalam semalam kadang cuma ada 1 SPBU yang jual Solar, terpaksa antri,” sebut dia.

Saat ditemui sekitar pukul 11:30 WIB, Ujang mengaku sudah mengantre sejak 21:00 WIB hari sebelumnya.

“Saat saya datang kesini, antrean sudah panjang. Ada 10-12 truk di depan saya,” ungkapnya.

Lain Ujang, lain pula Ahmad (48). Sopir truk asal Padang Pariaman ini rela jauh-jauh ke Lubuk Buaya, Padang hanya untuk dapatkan Solar.

Pasalnya, sepanjang perjalanan Padang-Bukittinggi, ia melihat antrean truk sudah mengular panjang.

“Takutnya tidak kebagian, terpaksa saya ke Padang,” ucapnya saat ditemui di SPBU Lubuk Buaya.

Bahkan pernah, kata dia, sudah mengantre sekitar 8 jam, saat sampai digiliran dia mengisi bahan bakar, Solarnya habis.

“Mau pergi dari SPBU, bahan bakar sudah sisa sedikit. Mau tidak mau tunggu sampai pasokan datang,” ungkap dia.

“Kadang, pernah pula sudah seharian mengantre, jumlah Solar yang bisa dibeli pun terbatas cuma 30 liter,” imbuhnya.

Kondisi demikian membuat para sopir merugi. Pasalnya, dengan kelangkaan Solar waktu perjalanan jadi lebih lama.

Hal itu diungkapkan Syahrial, sopir truk pengangkut CPO dari Pasaman Barat ke Jambi.

“Biasanya seminggu paling lama sudah sampai, sekarang bisa lebih sebab saat bahan bakar habis, kita tidak bisa langsung dapat,” kata Syahrial.

Ia pun meminta Pertamina segera menyelesaikan masalah kelangkaan ini.

“Kalau begini, kami akan rugi terus. Sedangkan ekonomi sekarang sedang susah,” pungkasnya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.