KATASUMBAR — Kuasa hukum 4 tersangka kasus dugaan pengeroyokan TNI di Bukittinggi menegaskan jika Letjen (Purn) Djamari Chaniago bukan pimpinan rombongan moge HOG Bandung.

Ia mengatakan, saat kejadian Djamari Chaniago tidak berada di lokasi  sehingga tak ada kaitannya.

“Kita sampaikan beliau bukan ketua rombongan atau Ketua HOG,” ucap Kuasa Hukum Aldis Sandika, baru-baru ini.

Ia mengatakan, saat kejadian, Djamari Chaniago lebih dahulu sampai di hotel dan tidak termasuk dalam rombongan yang tercecer.

“Jadi beliau sudah sampai duluan bersama rombongan awal dan baru mengetahui kejadian dari patwal,” kata Aldis.

Untuk keterangan terkait siapa pimpinan rombongan, katanya, akan disampaikan lewat konferensi pers.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri mengatakan hal serupa. Menurutnya, Djamari Chaniago tidak berada di lokasi kejadian.

“Berdasarkan fakta yang ada, beliau bukan berada di rombongan yang tertinggal saat kejadian,” ucap Chairul Amri.

Menurut Chairul, jumlah konvoi moge ini adalah 24. Sebanyak 14 diantaranya, sudah lebih dahulu sampai. Sementara 10 sisanya tercecer dan berada di lokasi pengeroyokan.

Pengeroyokan terhadap Serda M dan Serda Y terjadi pada pukul 16.20 WIB, Jum’at 30 Oktober 2020 di Simpang Tarok Bukittinggi. Akibat kejadian tersebut, prajurit TNI itu luka-luka dan video pengeroyokan beredar luas di media sosial.

Polres Bukittinggi menetapkan 5 tersangka. 1 diantaranya masih berusia 16 tahun. Semua tersangka adalah warga Bandung.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.