KATASUMBAR – Ada cerita unik ketika penguasa Orde Baru  Soeharto masih menjabat sebagai Presiden.

Soeharto terkenal sebagai pemimpin bertangan besi. Citra itu melekat di dirinya.

Persona sebagai pemimpin keras membuat siapa saja enggan untuk menentang, ataupun bertindak di luar ketentuannya.

Hal itu bahkan tidak hanya dirasakan masyarakat banyak, tapi juga pasukan pengamanannya atau yang biasa dikenal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Soeharto dalam kesehariannya memimpin negara, pernah membuat seorang personel Paspampres ketar-ketir.

Momen ini terjadi ketika dia melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Padang, Sumatera Barat.

Momen tersebut diceritakan oleh Jenderal (Purn) Kunarto dalam buku Pak Harto The Untold Stories, yang waktu itu menjadi ajudan Presiden kedua tersebut.

Dalam bukunya, Kunarto menceritakan, Paspampres ketar-ketir lantaran tidak sengaja memakan makanan khusus Presiden.

Insiden ini terjadi ketika Soeharto sedang dalam jamuan makan malam, dan ada menu Ikan Bilih, khas Danau Singkarak terhidang.

Soeharto sangat menyukai makanan dari olahan ikan danau itu, sehingga ia meminta Kunarto untuk membungkusnya sebagai oleh-oleh yang dibawa ke Jakarta.

Ikan yang sudah dibungkus itu lantas diserahkannya kepada seorang pengawal. Kunarto tahu Pak Harto biasa ngemil wader (ikan kecil) goreng di sore hari.

Sesampainya di Cendana, benar saja. Soeharto menanyakan ikan Bilih tersebut ke Kunarto.

“Wader yang kemarin mana?” begitu pertanyaan Soeharto pada Kunarto.

Kunarto pun heran, sebab ia sudah menyerahkannya pada pengawal Presiden saat akan kembali ke Cendana dari Padang.

Ia pun langsung mencari pengawal yang menerima ikan tersebut, dan menanyakan perihal ikan Bilih yang ia titipkan.

Bukannya mendapatkan jawaban, si pengawal malah terdiam.

Tidak puas dengan respon si pengawal, Kunarto pun mendesaknya, dan akhirnya mengaku telah memakan habis ikan titipan Presiden tersebut. Kunarto pun kebingungan.

“Saya pun membawanya ke depan Pak Harto, agar dia bilang sendiri,” kata perwira menengah Polri itu.

Dengan tegang keduanya menghadap Soeharto. Namun melihat mereka tegang, Soeharto malah tersenyum geli. Sedang si pengawal tegang, karena telah melakukan kesalahan.

“Enak yo wadernya?” tanya Soeharto dengan nada candaan.

“Iya Pak, enak sekali,” jawab pengawal itu malu-malu.

Mendengar jawaban itu, Ibu Tien, istri Soeharto kemudian juga menanggapinya dengan nada candaan.

“Yang dimakan ikan wadernya presiden, ya pasti enak tho?” kata Bu Tien jenaka.

Suasana tegang berubah menjadi penuh tawa. Kunarto dan pengawal itu lega Pak Harto dan Bu Tien tak marah.

Sebagai mantan ajudan presiden, karir Kunarto di kepolisian pun terbilang moncer. Jenderal Kunarto menjadi Kapolri tahun 1991-1993. Pengalaman menjadi ajudan Soeharto sangat berkesan untuknya.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.