KATASUMBAR – Salah seorang pedagang di depan Matahari Lama kawasan Pasar Raya Padang mengungkapkan kesaksiannya saat melihat detik-detik kebakaran di lokasi tersebut.

“Pertama kali saya melihat api dari bagian tengah ini, kemudian disiram oleh pedagang lain (Da Kaliang) sebab dia yang pertama kali melihat api,” ujar Febi di lokasi kejadian, Rabu (17/5/2023).

Melihat api mulai sedikit membesar, Febi segera mengambil handphone untuk memberitahukan kepada pedagang di grup WhatsApp.

“Namun api merambat sekejap mata di bagian atas kios. Api awalnya datang dari bawah meja,” kata dia.

Febi mengaku ia datang ke kios karena terbiasa membuka dagangannya setiap pagi. Febi diketahui sehari-hari menjual kaos kaki dan minuman.

Beruntung kios Febi tidak dilalap api, karena petugas pemadam kebakaran segera menghambat api untuk menjalar ke kios lain.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 40 kios pedagang ludes terbakar di kawasan Pasar Raya Padang tepatnya di depan Matahari Lama.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (17/5/2023) sekitar pukul 07.40 WIB.

Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Sutan Hendra mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Afsah (48).

“Saksi melihat api sangat besar dari dalam salah satu petak kios, kemudian saksi melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran,” ujarnya

Sutan menyebutkan, tidak ada yang bisa diselamatkan dari barang milik pedagang karena material kios dari bahan yang mudah terbakar.

“Untuk kerugian kita taksir lebih kurang 1,2 miliar,” katanya.

Sutan menyebutkan, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. “Kita serahkan ke pihak yang berwenang,” kata dia.

“Api dapat kita padamkan satu jam kemudian dengan menurunkan 10 armada yang dibantu 100 personel,” ujarnya.

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.