KATASUMBAR — Di tengah rentetan bencana hidrometeorologi yang kembali memutus akses darat di Sumatera Barat, muncul usulan kuat agar pemerintah mulai mempertimbangkan pembangunan jalur kereta api trans-Sumatera sebagai solusi jangka panjang. Gagasan ini salah satunya disampaikan mantan Komisaris Semen Padang, Khairul Jasmi.
Usulan ini berangkat dari pengalaman berulang: jalur utama Padang–Pekanbaru kerap lumpuh saat banjir dan longsor. Begitu pula saat jalur di Lembah Anai yang terputus akibat Galodo Marapi tahun lalu, menyebabkan distribusi barang tersendat dan perekonomian tersengal.
Menurut Khairul Jasmi, kondisi ini menunjukkan bahwa Sumbar sangat rentan secara infrastruktur karena mengandalkan jalur darat yang melewati daerah rawan, terutama kawasan aliran sungai.
“Setiap jalur itu putus, ekonomi ikut lumpuh. Distribusi barang tersendat, sementara Sumbar bergantung pada jalur ini untuk mengalirkan komoditas perdagangan ke Riau,” ujarnya.
Ia menilai sudah saatnya Sumatera Barat memiliki alternatif transportasi massal yang lebih stabil dan tahan terhadap bencana alam. Jalur kereta api — khususnya lintas Padang–Pekanbaru hingga tersambung ke Aceh — dinilai menjadi opsi paling masuk akal.
“Kalau kita ingin ekonomi Sumatera tetap bergerak dalam situasi bencana, jalur alternatif harus ada. Dan kereta api adalah pilihan paling realistis dan strategis,” tambahnya.
Kereta api dianggap dapat mengurangi ketergantungan pada jalur darat, sekaligus membuka koridor ekonomi baru. Sumbar, lanjut Khairul, akan menjadi titik penting dalam distribusi barang di sepanjang pesisir barat dan timur Sumatera.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


