BUKITTINGGI, KATASUMBAR – Rumah Sakit Madina Bukittinggi, Sumbar, berhasil mengubah limbah cair menjadi air bersih dengan menggunakan teknologi sederhana.
Bahkan hasil air bersih itu telah memenuhi parameter standar uji air bersih. Saking bersihnya, air itu bisa bermanfaat jadi air minum.
Menurut Suwarno, Koordinator Sanitasi dan Proses di Rumah Sakit Madina, pengubahan limbah cair menjadi air bersih ini menggunakan sistem pengolahan anaerobik (tanpa udara), serta aerob (menggunakan udara).
“Sistem ini tidak menggunakan bahan kimia, sehingga ramah lingkungan. Sebagai pengganti bahan kimia, digunakan bakteri pengurai limbah bernama Afdanic,” ujar Suwarno, Senin 9 Januari 2023.
Suwarnno menjelaskan, setiap penggunaan dari ruangan rawat inap yang menghasilkan limbah cair, semuanya akan masuk ke IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).
Dalam pengolahan IPAL ini Suwarno tidak sendirian, tapi ada 2 rekannya yang ikut membantu.
Mereka adalah Candra sebagai teknis manajemen building dan konstruksi IPAL serta Ade bagian kelistrikan yang mengatur proses waktu aerasi dan pengolahan.
Suwarno menjelaskan, dalam prosesnya, limbah cair itu akan masuk ke bak kontrol, lalu menuju ke septic tank, kemudian masuk ke bak pengumpul.
Setelah itu, baru masuk ke pengolahan pertama dengan sistem anaerob. Ada 6 bak dalam sistem anaerob ini, dan ada proses masing-masingnya di setiap bak.
Kemudian berlanjut ke proses aerob dengan menggunakan 4 bak air.
Dalam sistem aerob ini juga menggunakan media sarang tawon untuk meningkatkan populasi bakteri Afdanic.
“Proses selanjutnya masuk ke bak aerasi, lalu lanjut ke media saringan bertingkat. Ada 3 saringan. Fungsinya sebagai sirkulasi menyaring kualitas yang bagus yang masuk ke bak pengumpul. Dari bak pengumpul kemudian akan terus bersirkulasi secara terus menerus,” kata Suwarno.
Proses selanjutnya, masuk ke saringan filterisasi 1 dan 2 untuk penjernihan serta menghilangkan bau dan warna.
Terakhir, air tersebut akan masuk ke outlet toren afdanik di bak kontrol setelah melalui alat cartridge.
Hasil Uji Labor
RS Madina Bukittinggi telah mengirim sampel air bersih hasil pengolahan tersebut ke UPTD Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar.
Dari hasil uji labor pada tanggal 13 Oktober 2022, RS Madina telah menerima laporan hasil uji tersebut, dengan hasil di bawah ambang batas kadar maksimum.
Ada 5 bak air yang di uji sampelnya, mulai dari bak yang belum mengalami proses hingga bak yang sudah mengalami proses penyaringan.
Masing-masing 5 sampel air itu di ukur melalui 19 parameter yang di uji di labor dengan kriteria kondisi sampel ‘memenuhi’.
Hasilnya, dari baku mutu atau kadar maksimum 25 NTU untuk tingkat kekeruhan air bersih, hasil Air Limbah Outlet nilainya 0,10 NTU.
Sementara Air Limbah Akhir Anaerob adalah 1,16 NTU dan Air Limbah Aerobnya 1,07 NTU.
Di banding sebelum penyaringan, Air Limbah Septic Tank nilainya 49,6 NTU dan Air Limbah Air Kotor nilainya 69,2 NTU.
Hasil uji parameter lainnya juga di bawah ambang batas maksimum, bahkan ada yang nilainya nol, seperti parameter dari Total Kaliform dan Escherichia Colo (E Coli).
Menurut Suwarno, air bersih itu sangat berguna untuk menyiram tanaman, membersihkan kendaraan operasional, bersihkan lantai dan sebagainya.
“Rumah Sakit Madina Bukittinggi terbuka bagi yang ingin belajar dan ingin kerja sama dalam bidang pengolahan IPAL ini. Silakan hubungi Bagian Diklat Rumah Sakit Madina Bukittinggi,” pungkasnya.
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


