KATASUMBAR – PO Bus MPM dilaporkan terlibat kecelakaan di Jalan Lintas Padang-Solok, Kawasan Sitinjau Lauik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus MPM yang melayani rute Padang-Jakarta dan sebaliknya masuk jurang dan terbalik, Minggu (16/7) malam.

Kapolsek Lubuk Kilangan Kompol Lija Nesmon mengatakan, kecelakaan bus MPM di Kelok S Sitinjau Lauik.

Saat kejadian, bus berisi 13 orang penumpang dan awak. Beruntungnya, semua penumpang selamat.

“Sopir dan seluruh penumpang hanya mengalami luka ringan dan telah meninggalkan SPH,” katanya.

Lija Nesmon menjelaskan, saat kejadian, sopir bus Hendra Fianto berusaha mengendalikan laju bus.

Namun karena rem bus tidak berfungsi sehingga sopir berinisiatif membanting stir bus kearah kanan.

“Mengakibatkan bus keluar jalan dan terjun kedalam jurang sejauh 10 meter, yang khirnya bus terbalik,” beber dia.

Katasumbar pun sudah menghimpun berbagai informasi perihal penjelasan teknis yang membuat rem bus tidak berfungsi ketika melintasi turunan.

Perlu dipahami, sistem pengereman di bus dan kendaraan besar lainnya seperti truk berbeda dengan sistem yang ada di mobil biasanya.

Untuk bus dan truk biasanya dilengkapi dengan beberapa sistem pengereman seperti rem angin dan rem mesin sebagai pengamanan ganda.

Secara garis besar, penyebab terjadinya rem blong yang paling umum ada 3 penyebab.

Penyebab Rem Blong

Ketiganya yaitu adanya tekanan udara yang kurang di sistem pengereman Air Over Hydraulic (AOH), vapour lock atau penguapan sistem rem.

Kemudian yang terakhir adalah brake fed yang menyebabkan kampas pada rem sering mengalami panas berlebihan.

Penyebab yang paling sering terjadi adalah adanya brake fade dimana cakram tidak kuat menahan beban kendaraan sehingga tidak terjadi deselerasi akibat panas yang muncul.

Gaya gesek pada cakram menjadi nol sehingga menyebabkan ban kendaraan terus melaju tak terelakkan.

Cara mengatasi brake fase ini adalah dengan menyeimbangkan penggunaan sistem pengereman lain yang terdapat di kendaraan.

Jika di jalan menurun, sopir bisa menggunakan sistem pengereman lain seperti rem angin yang memberikan tekanan udara sehingga dapat menghentikan laju kendaraan.

Sedangkan untuk penyebab kurangnya tekanan udara dan penguapan pada sistem hidraulik dapat dicegah dengan pengecekan sistem pengereman pada kendaraan secara berkala.(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.