KATASUMBAR – Kementerian Kesehatan menyebut bahwa korban banjir dan tanah longsor di Pesisir Selatan membutuhkan bantuan air bersih.
Hal itu diungkapkan oleh kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Sumarjaya melalui keterangan tertulisnya.
“Saat ini ketersediaan air bersih di lokasi bencana sangat minim sekali,” katanya.
Selain ketersediaan air bersih yang masih tergolong minim, ia mengatakan saat ini banyak bangkai ternak.
Bangkai ternak milik warga itu dilaporkan berserakan di pemukiman warga juga menjadi persoalan.
Pihaknya mengkhawatirkan kedua persoalan tersebut menjadi ancaman munculnya berbagai penyakit.
Oleh karena ia mengimbau semua pihak terutama pemerintah daerah sigap mengatasi masalah itu.
“Kurangnya ketersediaan air bersih serta tercemarnya sumber air, berpotensi menimbulkan penyakit seperti diare, kolera maupun penyakit kulit,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Lila Yanwar menyebut, pemerintah memang sedang mengupayakan penyediaan air bersih.
“Kita butuh tempat penampungan air berkapasitas 200 liter. Kita juga perlu air mineral baik dalam kemasan galon maupun botol,” ujar Lila.
Ia menjelaskan ketersediaan air bersih berkaitan erat dengan bangkai hewan yang masih berserakan dimana-mana.
Berdasarkan data yang dilaporkan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan ditemukan sekitar 5.000 ternak mati di wilayah Lengayang dan Kambang.
Apabila tidak segera ditangani maka bangkai-bangkai hewan tersebut akan mempengaruhi kualitas air serta menimbulkan bau busuk, dan berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Di sisi lain, BPBD Sumbar juga telah menyediakan mobil tangki yang berisi air bersih untuk masyarakat terdampak.
“Mobil tangki air milik BPBD Sumbar beberapa lalu jalan, sekarang stand by bila dibutuhkan untuk distribusi air bersih,” sebut Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Sumbar Fajar Sukma.
Menurut Fajar, mobil tangki air bersih sebelumnya sudah didrop ke lokasi bencana.
Hal itu digunakan untuk pasokan air bersih bagi korban bencana, namun dikembalikan lagi.
“Sekarang mobil tangki berada di parkiran dan stand by, BPBD Sumbar siap untuk droping mobil sejauh mana nantinya dibutuhkan,” pungkasnya.(*)
*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.
****
Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini) 😊
*
Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.


