KATASUMBAR – Musim kemarau panjang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat, memicu kekeringan yang berdampak serius pada sektor pertanian. Di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh, hujan sudah tidak turun selama empat bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan sawah-sawah warga mengering.

Peri, seorang warga setempat, mengatakan banyak petani yang mengalami gagal panen akibat sawah mereka tak lagi mendapat pasokan air yang cukup. “Sudah lama sekali hujan tidak turun, sawah kami kering, banyak yang gagal panen,” katanya, Selasa, 22 Juli 2025.

Situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Tanah Datar. Eva, seorang petani tomat, mengungkapkan tanaman tomatnya tidak tumbuh dengan baik karena kesulitan mendapatkan air. “Hasil panen jauh dari yang kami harapkan. Tanaman susah tumbuh karena tanah kering dan air terbatas,” ujarnya.

BACA JUGA: Warga Tiga Kecamatan di Padang Dua Pekan Dilanda Kekeringan, Penyaluran Air Bersih Terus Dikebut

Di Kabupaten Agam, masyarakat berinisiatif menggelar salat istisqa, yakni salat minta hujan, sebagai bentuk doa dan harapan agar hujan segera turun membasahi bumi.

Sementara itu, di Kabupaten Pasaman, petani juga menghadapi tantangan serupa. Kekeringan memaksa petani menunda masa tanam, sementara sebagian yang sudah menanam terancam gagal panen.

Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengambil langkah untuk membantu para petani, baik melalui penyediaan pompa air maupun upaya lainnya, agar dampak kekeringan ini tidak semakin meluas.

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.