KATASUMBAR– Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumatera Barat (Sumbar) batal menyampaikan 25 tuntutan janji terhadap 3 tahun masa kepemimpinan Mahyeldi-Audy di Sumbar.

Ratusan mahasiswa aksi tersebut batal menyampaikan tuntutan tersebut karena dalam aksi yang digelar di depan halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin 26 Februari 2024 tidak ditemui Mahyeldi atau Audy.

“Kenapa kita tidak menyampaikan (tuntutan itu) pada perwakilan, karena yang berjanji itu gubernur dan wakil gubernurnya,” ungkap koordinator aksi, Firdaus usai beraudiensi dengan perwakilan Pemprov Sumbar.

Meski batal menyampaikan tuntutan, namun kepada awak media, Firdaus menyampaikan beberapa butir poin-poin yang menjadi tuntutan mereka dalam aksi itu.

Menurutnya, dalam aksi itu, ia ingin Pemerintah Sumatera Barat melalui Mahyeldi-Audy untuk bisa mencari solusi konkrit terhadap sejumlah persoalan yang terjadi.

“Kalau bidang kesehatan stunting masih tinggi di Sumbar, dan kita meminta dan menuntut kepada Pemprov Sumbar untuk bagaimana mencarikan solusinya.

Kemudian bagaimana mempertinggi kualitas program-program dan menuntaskan stunting dan masalah perekonomian APBD yang defisit Rp 350 miliar,” terangnya.

Selain itu, mereka juga menyinggung soal masalah infrastruktur seperti kasus gedung kebudayaan Sumbar yang tidak jelas hingga kini, termasuk soal stadion Sikabu yang dinilai mangkrak.

“Tapi, nyatanya sampai hari ini masih mangkrak karena katanya (Pemrov Sumbar) itu yang akan mendukung perekonomian segala macam. Tapi kenyataan kita melihat pada hari ini terabaikan,” ujarnya.

Pantauan Katasumbar, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Sumatera Barat ini baru diperbolehkan masuk ke lingkungan kantor Gubernur setelah sempat berorasi dua jam lebih, sejak datang sekitar pukul 15.30 WIB.

Setelah diperbolehkan masuk, namun mahasiswa tetap kecewa dan menolak untuk menyampaikan sejumlah tuntutan karena tidak langsung ditemui Gubernur dan Wakil Gubernur.

Saat itu terpantau, mahasiswa yang ditemui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar, Arriyuswandi dan Kepala Bappeda serta pejabat lainnya.

“Oleh karena itu kita akan menyampaikan janji itu kepada orang yang mengeluarkan tersebut. Jadi pada hari Jumat jam dua kita akan bertemu secara langsung dengan gubernur dan wakil Gubernur, dan itu tidak diindahkan maka kota akan datang dengan massa aksi yang lebih banyak lagi,” ujarnya.

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.