KATASUMBAR – Kebakaran lahan di Sumatera Barat (Sumbar) terus meluas dan memicu kekhawatiran. Sejumlah daerah seperti Kabupaten Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok dan Tanah Datar saat ini sedang menghadapi masalah serius akibat kebakaran lahan yang sulit dikendalikan.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) per Jumat, 18 Juli 2025, terdeteksi sebanyak 74 titik panas (hotspot) di wilayah Sumbar. Jumlah ini menempatkan Sumbar di urutan kelima provinsi dengan titik panas terbanyak di Indonesia. Posisi pertama ditempati oleh Riau yang mencatat 149 titik panas, diikuti provinsi-provinsi lain di Sumatera dan Kalimantan.

Di Kabupaten Pasaman, kondisi kebakaran masih cukup mengkhawatirkan. Hingga hari ini, api di beberapa lokasi masih sulit dipadamkan meskipun telah dilakukan upaya pemadaman.

BACA JUGA: 5 Hektare Lahan Perkebunan Terbakar di Pasaman, Api Masih Belum Padam

“Memang ada beberapa lokasi yang cukup sulit dijangkau dan membuat pemadaman menjadi lebih lama. Kondisi angin kencang juga memperburuk penyebaran api,” ujar salah seorang petugas pemadam yang terlibat di lapangan.

Kebakaran ini tidak hanya mengancam ekosistem hutan dan lahan perkebunan, tetapi juga memicu kabut asap yang mulai dirasakan warga di sekitar wilayah terdampak. Sejumlah pihak pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, karena dapat memicu kebakaran yang lebih besar.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus melakukan langkah penanganan, baik melalui pemantauan intensif titik panas maupun penguatan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran bersama TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran ke wilayah lain.

 

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.