KATASUMBAR – Pengamat Pariwisata Sumbar, Moch Abdi mendesak pemerintah segera menormalisasi kawasan Sungai Batang Sianok yang mengalami pendangkalan.

Pendangkalan membuat bantaran sungai yang merupakan salah satu objek wisata terkemuka di Bukittinggi itu, dihantam banjir bandang.

Abdi mengatakan langkah ini harus diambil sehingga ikon wisata tersebut bisa tetap dipertahankan.

“Kawasan ini sudah menjadi ikon wisata, kita harap pemerintah mengantisipasinya, terutama soal pendangkalan,” kata Abdi, Jum’at 3 Mei 2024.

Dia berharap pihak terkait segera melakukan pengerukan di sungai agar tak terjadi peristiwa serupa di masa mendatang.

Ketua Pusat Studi Pengembangan Desa Wisata Fakultas Pariwisata UM Sumbar itu mengatakan, normalisasi harus segera dilakukan mengingat pentingnya keberadaan kawasan tersebut bagi dunia pariwisata.

“Ke depan juga harus ada kolaborasi antara Pemkab Agam dan Pemko Bukittinggi dalam mengelola kawasan ini. Ngarai Sianok yang sudah ditetapkan sebagai Geopark mesti diperhatikan serius,” kata dia.

Sebelumnya bantaran Sungai Batang Sianok yang terletak di Kelurahan Kayu Kubu, dihantam banjir besar yang mengakibatkan sejumlah pemukiman dan kafe digenangi banjir, pada Selasa 30 April 2024. Banjir membuat lumpuh kawasan wisata itu.

Pasca banjir, Sungai Batang Sianok mengalami pendangkalan parah sehingga muncul kekhawatiran peristiwa serupa akan terulang.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.