KATASUMBAR – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan kenaikan BBM berdampak buruk bagi pelaku UMKM khususnya di Bukittinggi.

Kepala Kadin Bukittinggi, Ferdian mengatakan, kebijakan ini sangat memukul sektor UMKM yang ada di kota wisata itu.

“Harusnya pasca pandemi ini menjadi momen kebangkitan bagi UMKM, namun ini menjadi berat karena naiknya BBM,” ungkap Ferdian, Rabu 7 September 2022.

Menurutnya, naiknya harga BBM terutama solar dan pertalite, berdampak lurus dengan kenaikan harga bahan baku dan inilah membuat posisi UMKM kian terjepit.

“Dalam keadaan seperti ini, tentu konsumen atau pembeli akan menahan keinginannya untuk membeli dan tentu berdampak buruk bagi pelaku UMKM,” jelasnya.

Dia meminta pemerintah memberikan stimulan maupun subsidi agar para pelaku UMKM tetap bisa memberikan sumbangsih dalam perputaran ekonomi.

Sejauh ini, dalam data Kadin, terdapat sebanyak 7.473 UMKM yang bergerak utamanya di industri rumahan.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menaikkan harga sejumlah BBM mulai Sabtu 3 September 2022.

Dilansir dari channel youtube Sekretariat Presiden, Jokowi mengatakan keputusan ini adalah pilihan terakhir dari pemerintah.

“Sebagian subsidi BBM akan dialihkan ke bantuan lain yang lebih tepat sasaran,” ungkap Jokowi.

Sementara, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengumumkan kenaikan BBM ini.

“Pemerintah memutuskan menyesuaikan harga BBM bersubdisi,” kata Arifin.

Dengan demikian, harga Pertalite resmi naik dari Rp 7.650 perliter menjadi Rp 10.000.

Lalu solar dari Rp 5.150 jadi Rp 6.800 dan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500.

(*)

*
Silahkan bergabung di Grup FB SUMBAR KINI untuk mendapatkan informasi terupdate tentang Sumatera Barat.

****

Dapatkan info berita terbaru via group WhatsApp (read only) KATASUMBAR / SUMBAR KINI (Klik Disini)  😊

*

Suscribe YOUTUBE KATA SUMBAR untuk mendapatkan informasi terbaru dalam bentuk video.